Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengimbau para orang tua agar tidak memaksakan anaknya harus diterima di sekolah negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Menurutnya, sekolah swasta juga menjadi pilihan yang layak karena Pemerintah Kota Balikpapan telah menggandeng 15 sekolah swasta untuk mendukung pelaksanaan SPMB tahun ini.
Alwi mengatakan, masyarakat selama ini masih memiliki anggapan bahwa sekolah negeri merupakan pilihan utama, sementara sekolah swasta dinilai lebih mahal dan kurang diminati. Padahal, sejumlah sekolah swasta di Balikpapan telah mendapatkan dukungan dari pemerintah sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
“Selama ini masyarakat maunya sekolah negeri. Padahal ada sekolah swasta yang sudah mendapat subsidi dari pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu memilih sekolah swasta yang telah menjadi mitra Pemkot,” ujar Alwi kepada wartawan, Rabu (1/7/2026)
Ia menjelaskan, kerja sama antara Pemkot Balikpapan dengan 15 sekolah swasta dilakukan untuk memperluas daya tampung peserta didik sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan.
Menurut Alwi, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi penumpukan calon peserta didik di sekolah negeri. Selama ini, tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri kerap membuat jumlah siswa yang diterima melebihi kapasitas rombongan belajar (rombel).
“Kadang rombel yang seharusnya hanya menampung 200 siswa dipaksakan menjadi 300 siswa. Kepala sekolah sebenarnya sudah menyampaikan bahwa kapasitasnya tidak mencukupi, tetapi tetap ada tekanan agar jumlah siswa ditambah,” katanya.
Karena itu, Alwi menyambut baik penerapan aturan yang melarang praktik titip-menitip maupun intervensi dalam pelaksanaan SPMB. Menurutnya, kebijakan tersebut akan membuat proses penerimaan peserta didik berjalan lebih adil sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi sekolah swasta untuk mendapatkan siswa.
Ia pun berharap masyarakat mulai mengubah pola pikir bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya tersedia di sekolah negeri. Dengan dukungan pemerintah terhadap sekolah swasta, orang tua diharapkan dapat memilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak tanpa harus memaksakan diri mengejar sekolah negeri.
“Harapan kami, seluruh proses SPMB berjalan tertib, transparan, dan semua anak di Balikpapan tetap mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






