Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menegaskan bahwa penanganan kasus sebaran debu di sejumlah wilayah kota tidak boleh berhenti pada hasil uji laboratorium semata. DPRD meminta pemerintah mengungkap penyebab utama munculnya sebaran debu agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sofyan Jufri, mengatakan saat ini proses investigasi terhadap sampel debu masih berlangsung. Pengujian dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di laboratorium luar daerah karena Balikpapan belum memiliki fasilitas yang memadai untuk pemeriksaan tersebut.
“Hasil laboratorium silakan ditanyakan ke DLH. Sampel dibawa ke luar daerah karena pemeriksaannya dilakukan di sana,” ujar Sofyan, Senin (29/6/2026).
Meski menunggu hasil uji laboratorium, ia menilai pemerintah harus mulai menyiapkan langkah evaluasi menyeluruh terhadap penyebab terjadinya sebaran debu. Menurutnya, mengetahui jenis partikel debu saja tidak cukup apabila akar persoalan tidak diselesaikan.
“Yang terpenting bukan hanya mengetahui debunya apa, tetapi mengevaluasi kenapa kejadian itu bisa terjadi. Itu yang harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Selain menunggu hasil investigasi DLH, DPRD juga berencana menjadwalkan ulang rapat dengar pendapat dengan pihak Pertamina untuk meminta penjelasan terkait dugaan sumber sebaran debu. Pemanggilan tersebut sebelumnya sempat ditunda karena adanya kendala teknis.
DPRD berharap hasil uji laboratorium nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah penanganan yang tepat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)










