Lintasbalikpapan.com – Timnas Indonesia bersiap menghadapi agenda FIFA Matchday Juni 2026 dengan menghadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Menjelang dua laga penting tersebut, pelatih John Herdman telah mengerucutkan daftar pemain menjadi 23 nama yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan tim saat ini.
Menariknya, dari total pemain yang dipanggil, hanya empat nama yang secara resmi masuk kategori gelandang. Keputusan ini sempat memunculkan pertanyaan dari para penggemar.Karena sebelumnya Herdman memasukkan puluhan pemain tengah dalam daftar sementara yang berisi 44 pemain.
Namun jika melihat komposisi skuad secara keseluruhan, pilihan tersebut tampaknya bukan tanpa alasan. Herdman justru menunjukkan pendekatan modern dengan mengandalkan pemain yang memiliki kemampuan bermain di lebih dari satu posisi.
Timnas Indonesia Hanya Punya 4 Pemain Tengah dengan Peran yang Berbeda
Empat pemain yang di percaya mengisi lini tengah adalah Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Ivar Jenner, dan Rayhan Hannan. Masing-masing hadir dengan karakter permainan yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi.
Joey Pelupessy di kenal sebagai gelandang bertahan yang kuat dalam memutus alur serangan lawan. Kehadirannya memberikan keseimbangan ketika tim sedang kehilangan bola.
Sementara itu, Calvin Verdonk dan Ivar Jenner memiliki kemampuan distribusi bola yang baik. Keduanya mampu menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan sehingga transisi permainan berjalan lebih lancar.
Di sisi lain, Rayhan Hannan menawarkan kreativitas dan agresivitas saat menyerang. Kemampuannya dalam membuka ruang serta menciptakan peluang menjadi salah satu senjata yang bisa dimanfaatkan Timnas Indonesia saat menghadapi lawan dengan pertahanan rapat.
Banyak Pemain Serbabisa Jadi Solusi Keterbatasan Jumlah
Meski hanya memiliki empat gelandang murni, Timnas Indonesia sebenarnya masih memiliki banyak opsi di sektor tengah. Beberapa pemain yang tercatat di posisi lain juga mampu dimainkan sebagai gelandang sesuai kebutuhan pertandingan.
Marselino Ferdinan misalnya. Meski masuk kategori penyerang dalam daftar resmi, pemain muda berbakat tersebut sejatinya memiliki pengalaman panjang sebagai gelandang serang. Kemampuannya mengatur tempo dan membantu proses build-up membuatnya fleksibel untuk di tempatkan di berbagai area lapangan.
Selain Marselino, Nathan Tjoe-A-On dan Dony Tri Pamungkas juga dapat di dorong lebih ke depan untuk membantu sektor tengah. Fleksibilitas inilah yang tampaknya menjadi salah satu alasan Herdman tidak membutuhkan terlalu banyak gelandang spesialis dalam skuad final.
Di sisi lain, beberapa nama berpengalaman seperti Marc Klok, Ricky Kambuaya, Arkhan Fikri, hingga Rivaldo Pakpahan harus rela tersingkir dari daftar akhir. Sementara Thom Haye belum bisa memperkuat Garuda karena masih menjalani sanksi skorsing.
Ujian Penting Menuju Tim yang Lebih Solid
Laga melawan Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik empat hari kemudian akan menjadi kesempatan penting bagi Herdman untuk menguji keseimbangan tim yang sedang dibangunnya.
Fokus utama bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana para pemain menjalankan sistem permainan yang di inginkan pelatih. Dengan kombinasi gelandang yang memiliki karakter berbeda serta dukungan pemain multifungsi. Timnas Indonesia di harapkan mampu tampil lebih dinamis dan sulit di tebak lawan.
Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, FIFA Matchday Juni 2026 bisa menjadi langkah positif bagi skuad Garuda dalam membangun fondasi tim yang semakin kompetitif di level internasional.











