Lintasbalikpapan.com – PSS Sleman mulai menunjukkan keseriusannya dalam menyusun kekuatan jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Setelah mempertahankan sebagian besar pemain inti dan mendatangkan beberapa wajah baru, Super Elja kini di kaitkan dengan dua nama besar sepak bola Indonesia, yakni Shayne Pattynama dan Dimas Drajad.
Rumor tersebut langsung menarik perhatian suporter karena keduanya di kenal sebagai pemain yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Meski begitu, peluang keduanya merapat ke Sleman masih bergantung pada proses negosiasi yang di pastikan tidak mudah.
PSS Sleman Fokus Membangun Tim dengan Pemain Lokal Berkualitas
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, tidak menampik bahwa Shayne Pattynama dan Dimas Drajad merupakan pemain yang masuk dalam daftar incaran tim. Menurutnya, kedua pemain memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan PSS untuk menghadapi persaingan musim depan.
Namun, Huistra juga menegaskan bahwa ketertarikan tersebut belum berarti keduanya akan otomatis bergabung. Proses transfer masih berjalan dan berbagai kemungkinan masih bisa terjadi.
Bagi pelatih asal Belanda itu, memperkuat komposisi pemain lokal menjadi salah satu prioritas utama. Ia menilai fondasi tim yang kuat harus di bangun dari pemain Indonesia yang mampu memberikan kontribusi besar sepanjang kompetisi.
Di sisi lain, PSS juga harus bersaing dengan sejumlah klub yang memiliki ketertarikan serupa. Persaingan di bursa transfer membuat proses perekrutan pemain berkualitas selalu berjalan dinamis, terutama untuk nama-nama yang memiliki pengalaman di level tertinggi.
Bursa Transfer Masih Panjang, PSS Terus Cari Opsi Terbaik
Meski belum mendapatkan tanda tangan Shayne Pattynama maupun Dimas Drajad, PSS Sleman masih memiliki waktu yang cukup panjang sebelum kompetisi resmi di mulai pada awal September. Situasi ini memberi ruang bagi tim pelatih untuk mengevaluasi berbagai alternatif apabila target utama sulit di realisasikan.
Sejauh ini, Super Elja telah memperkenalkan Hanif Sjahbandi dan Hiromu Tanaka sebagai rekrutan anyar. Kehadiran keduanya di harapkan dapat menambah kedalaman skuad sekaligus meningkatkan kualitas permainan tim.
Tak hanya aktif mendatangkan pemain baru, manajemen juga berhasil menjaga stabilitas tim dengan memperpanjang kontrak 17 pemain yang menjadi tulang punggung musim lalu. Langkah tersebut menunjukkan bahwa PSS tidak ingin melakukan perubahan besar, melainkan memperkuat fondasi yang sudah ada.
Sementara itu, beberapa pemain resmi berpisah dengan klub sebagai bagian dari penyegaran skuad. Pergantian komposisi ini menjadi hal yang lumrah dalam setiap bursa transfer demi menyesuaikan kebutuhan tim dan strategi pelatih.
Peluang Masih Terbuka Jelang Musim Baru
Perburuan pemain berkualitas di perkirakan masih akan terus berlangsung hingga penutupan bursa transfer. Dengan waktu pramusim yang masih cukup panjang, PSS Sleman memiliki kesempatan untuk menyempurnakan komposisi tim sesuai kebutuhan Pieter Huistra.
Jika berhasil mengamankan jasa Shayne Pattynama maupun Dimas Drajad, kekuatan Super Elja di prediksi meningkat signifikan. Namun apabila transfer tersebut tidak terwujud, PSS di yakini telah menyiapkan sejumlah opsi lain agar tetap kompetitif menghadapi Super League 2026/2027.
Kini, para pendukung PSS hanya tinggal menunggu langkah berikutnya dari manajemen. Apakah dua pemain incaran itu benar-benar akan mengenakan jersey Super Elja, atau justru muncul kejutan lain di penghujung bursa transfer, semuanya masih terbuka hingga musim baru resmi di mulai.






