Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Persaingan bisnis kini tidak lagi hanya terjadi di pasar tradisional atau pusat perbelanjaan. Di era digital, pelaku usaha dituntut mampu bersaing di marketplace, media sosial, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menjawab tantangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan kembali meluncurkan Program Onboarding DIGDAYA UMKM 2026 sebagai upaya mendorong pelaku usaha lokal naik kelas melalui transformasi digital.
Program yang mengusung tema Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing (DIGDAYA) ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Indonesia dalam memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin digital.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa perkembangan marketplace, media sosial, hingga teknologi AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi UMKM.
Banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pemasaran digital, pengelolaan konten, branding, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan penjualan. Karena itu, penguatan kapasitas digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Program DIGDAYA UMKM 2026 resmi dimulai sejak 20 Mei 2026 melalui workshop intensif selama tiga hari di Kantor Perwakilan BI Balikpapan. Namun program ini bukan sekadar pelatihan singkat, melainkan pembinaan berkelanjutan yang dirancang untuk membangun UMKM yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar digital.
Antusiasme pelaku usaha cukup tinggi. Sebanyak 160 UMKM dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara mengikuti proses seleksi dan kurasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, pemerintah daerah, perbankan, serta korporasi pembina UMKM. Dari jumlah tersebut, hanya 44 UMKM yang berhasil lolos dan terpilih mengikuti program pembinaan intensif.
Para peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari makanan dan minuman olahan, fesyen, hingga kerajinan. Mereka dinilai memiliki komitmen kuat, kesiapan usaha yang baik, serta prospek pengembangan yang menjanjikan.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi praktis mulai dari optimalisasi media sosial, strategi sukses berjualan di marketplace, teknik live selling, pemanfaatan program afiliasi, penggunaan teknologi AI dalam bisnis, penguatan legalitas usaha, hingga pengelolaan website dan literasi keuangan. Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik langsung, diskusi interaktif, dan penyusunan proyek pengembangan usaha (scale up project).
Program ini tidak berhenti setelah workshop selesai. Pada Mei hingga Juni 2026, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif melalui sesi coaching dan konsultasi individu. Selanjutnya, mulai Juli hingga Oktober 2026 akan dilakukan monitoring berkala untuk memastikan transformasi digital benar-benar diterapkan dalam usaha mereka.
Melalui DIGDAYA UMKM 2026, BI Balikpapan menargetkan lahirnya pelaku usaha yang lebih melek digital, aktif memanfaatkan marketplace dan media sosial, menggunakan QRIS dalam transaksi, memiliki branding yang lebih kuat, serta mampu memperluas pasar dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
Lebih dari sekadar program pelatihan, DIGDAYA menjadi upaya mencetak UMKM yang tangguh dan siap menghadapi masa depan. Sebab di tengah pesatnya perkembangan teknologi, yang bertahan bukan selalu yang terbesar, melainkan mereka yang mampu beradaptasi paling cepat. (*)












