Lintasbalikpapan.com, KUKAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) terus melanjutkan tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur. Melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1), PLN melaksanakan pengukuran lahan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Incomer 2 Gardu Induk (GI) Samboja di Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (26/6).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pengadaan tanah yang menjadi tahapan awal dalam mendukung pembangunan jaringan transmisi untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Timur.
Pengukuran dilakukan oleh Tim Perizinan dan Pertanahan PLN UPP KLT 1 bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan pendampingan aparat Kelurahan Karya Merdeka. Proses ini bertujuan memastikan batas, luas, dan data bidang tanah sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat menjadi dasar penyusunan administrasi pertanahan secara akurat.
Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, mengatakan pengukuran lahan merupakan salah satu tahapan penting dalam mendukung kelancaran proses pengadaan tanah.
“Pengukuran lahan menjadi tahapan penting untuk memastikan data bidang tanah sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Melalui kegiatan ini, PLN bersama Kantor Pertanahan memastikan proses pengadaan tanah dapat berjalan tertib, akurat, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Gita, data pertanahan yang valid menjadi fondasi penting agar setiap tahapan pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan secara terencana, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Secara terpisah, General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur, Dewanto, menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tanah dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Setiap tahapan pengadaan tanah memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Melalui sinergi dengan Kantor Pertanahan dan pemerintah daerah, PLN berkomitmen menjalankan proses pengadaan tanah secara transparan, akurat, dan akuntabel,” kata Dewanto.
Ia menjelaskan pembangunan SUTT 150 kV Incomer 2 GI Samboja merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara serta wilayah sekitarnya.
“PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga memastikan seluruh proses pendukung, termasuk pengadaan tanah, dilaksanakan dengan baik. Hal ini penting agar pembangunan dapat berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.
PLN UIP KLT menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pemerintah daerah dalam menyelesaikan seluruh tahapan pengadaan tanah secara profesional dan akuntabel. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Kalimantan Timur. (*)






