Lintasbalikpapan.com – Kompetisi Super League musim 2025/2026 resmi berakhir dengan berbagai cerita menarik. Meski Persib Bandung sukses mengangkat trofi juara, sorotan besar justru tertuju kepada winger tajam milik Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta. Pemain asal Argentina itu berhasil menyabet penghargaan Pemain Terbaik musim ini berkat performa luar biasa sepanjang kompetisi.
Peralta tampil konsisten sejak awal musim dan menjadi motor serangan utama Borneo FC. Ketajamannya di lini depan membuat dirinya layak mendapat apresiasi tertinggi, walaupun timnya gagal finis sebagai kampiun Super League.
Ketajaman Mariano Peralta Jadi Pembeda
Mariano Peralta menunjukkan kualitas luar biasa bersama Borneo FC Samarinda. Dari total 34 pertandingan yang dijalani musim ini, ia sukses mencetak 20 gol. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Peralta bukan sekadar pemain sayap biasa, melainkan sosok penting dalam skema permainan Pesut Etam.
Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, hingga penyelesaian akhirnya menjadi senjata utama yang membuat pertahanan lawan kesulitan menghentikannya. Tidak heran jika namanya mampu mengungguli sejumlah kandidat kuat lainnya dalam perebutan gelar pemain terbaik.
Beberapa pemain yang masuk dalam persaingan penghargaan tersebut antara lain Beckham Putra, Allano, Juan Villa, hingga Federico Barba. Namun konsistensi Peralta sepanjang musim menjadi faktor utama yang membuatnya keluar sebagai pemenang.
Meskipun gagal membawa Borneo FC meraih gelar juara, kontribusi Peralta tetap mendapat pengakuan besar dari publik sepak bola nasional. Ia dianggap sebagai salah satu pemain asing paling berpengaruh di Super League musim ini.
Borneo FC Dominasi Penghargaan Individu
Selain Mariano Peralta, Borneo FC juga sukses mengirim pemain lainnya untuk meraih penghargaan bergengsi. Penjaga gawang Nadeo Argawinata di nobatkan sebagai Kiper Terbaik Super League 2025/2026. Performa Nadeo sepanjang musim memang cukup solid di bawah mistar gawang. Ia beberapa kali menjadi penyelamat tim dalam laga-laga penting dan tampil konsisten hingga pekan terakhir kompetisi.
Menariknya, Borneo FC menutup musim dengan kemenangan sangat meyakinkan. Pada laga terakhir, mereka berhasil menghancurkan Malut United dengan skor telak 7-1. Hasil itu menjadi penutup manis bagi Pesut Etam meski gagal menyalip Persib di papan klasemen akhir.
Dominasi penghargaan individu ini menunjukkan bahwa Borneo FC sebenarnya memiliki kualitas skuad yang sangat kompetitif. Namun ketatnya persaingan musim ini membuat mereka harus puas finis di bawah Persib Bandung.
Persib Juara, Bojan Hodak Cetak Rekor Baru
Sementara itu, Persib Bandung berhasil memastikan diri sebagai juara Super League 2025/2026. Kepastian tersebut di raih usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Keberhasilan ini membuat Persib mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih tiga gelar liga secara beruntun. Sosok di balik kesuksesan tersebut tentu tidak lepas dari tangan dingin pelatih Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu pun dianugerahi penghargaan Pelatih Terbaik musim ini setelah sukses menjaga konsistensi performa Maung Bandung sepanjang kompetisi.
Di sisi lain, penghargaan top skor musim ini jatuh kepada striker Malut United, David da Silva. Ketajaman sang penyerang kembali menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya sepanjang musim. Untuk kategori gol terbaik, penghargaan diberikan kepada pemain PSIM Yogyakarta, M. Iqbal, berkat gol spektakulernya yang mencuri perhatian pecinta sepak bola nasional.
Sementara Persija Jakarta turut berbangga lewat pemain mudanya, Dony Tri Pamungkas, yang berhasil memenangkan penghargaan Pemain Muda Terbaik Super League 2025/2026.
Musim ini menjadi bukti bahwa kompetisi Super League semakin kompetitif dengan munculnya banyak pemain berkualitas dari berbagai klub. Persaingan ketat di papan atas hingga penghargaan individu membuat musim 2025/2026 terasa semakin menarik untuk dikenang.











