Lintasbalikpapan.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya merilis daftar 23 pemain yang dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFF 2026. Sejumlah nama yang sudah tidak asing kembali menghiasi skuad Garuda, seperti Witan Sulaeman, Muhammad Ferarri, Thom Haye, hingga Marselino Ferdinan.
Namun di balik daftar tersebut, muncul satu keputusan yang cukup menyita perhatian publik. Nama Muhammad Ferarri tetap masuk dalam skuad meski performanya bersama Bhayangkara FC musim ini terbilang kurang maksimal. Bahkan, bek muda tersebut sempat mengalami cedera dan terakhir kali tampil pada Januari lalu di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Keputusan ini memunculkan pertanyaan: apakah Ferarri masih layak menjadi pilihan utama di tengah banyaknya bek lokal yang tampil lebih konsisten musim ini?
Tiga Bek Lokal yang Tampil Lebih Konsisten
Jika melihat performa sepanjang musim, ada beberapa nama yang sebenarnya layak dipertimbangkan untuk memperkuat lini belakang Timnas Indonesia. Mereka tidak hanya tampil reguler, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi klub masing-masing.
Komang Teguh menjadi salah satu kandidat kuat. Bek berusia 24 tahun ini tampil impresif bersama Borneo FC Samarinda. Dengan 28 penampilan di musim ini dan torehan 4 gol, Komang tidak hanya solid dalam bertahan tetapi juga berbahaya saat situasi bola mati. Kombinasi kekuatan fisik dan insting mencetak gol membuatnya menjadi paket lengkap di lini belakang.
Selain itu, ada Kadek Arel yang juga menunjukkan perkembangan pesat bersama Bali United. Di usia yang masih 21 tahun, Kadek sudah tampil dalam 27 pertandingan musim ini. Ia dikenal memiliki ketenangan saat menguasai bola dan kemampuan membaca permainan yang matang. Performa Bali United yang meningkat belakangan ini pun tidak lepas dari peran pentingnya di lini pertahanan.
Nama terakhir adalah Kakang Rudianto, bek muda milik Persib Bandung. Kakang tampil konsisten dengan 24 penampilan musim ini dan menyumbangkan satu assist. Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas—ia bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun bek sayap kanan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi tim yang membutuhkan variasi taktik.
Apakah Ferarri Masih Layak Dipertahankan?
Memasukkan Muhammad Ferarri ke dalam skuad memang bukan tanpa alasan. Pengalaman bersama Timnas di level usia muda serta potensi jangka panjang bisa jadi menjadi pertimbangan utama John Herdman. Namun, dalam sepak bola modern, performa terkini sering kali menjadi faktor penentu.
Di bandingkan dengan Komang Teguh, Kadek Arel, dan Kakang Rudianto yang tampil konsisten sepanjang musim, Ferarri terlihat kurang memiliki momentum. Minimnya menit bermain akibat cedera tentu berdampak pada kondisi fisik dan ritme permainannya.
Situasi ini menjadi dilema klasik dalam dunia sepak bola: memilih pemain berdasarkan potensi atau performa aktual. Jika tujuan utama adalah meraih hasil maksimal di Piala AFF 2026, maka pemain dengan kondisi terbaik dan performa stabil seharusnya menjadi prioritas.
Meski begitu, keputusan tetap berada di tangan pelatih. John Herdman tentu memiliki strategi dan pertimbangan tersendiri dalam menyusun komposisi tim. Yang jelas, persaingan di lini belakang Timnas Indonesia kini semakin ketat, dan itu menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional.
Dengan banyaknya talenta muda yang tampil menjanjikan, masa depan lini pertahanan Garuda terlihat semakin cerah. Tinggal bagaimana kesempatan itu di manfaatkan secara maksimal di panggung internasional.






