Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menghentikan sementara penyaluran program makanan bergizi gratis di sejumlah sekolah sebagai langkah evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas layanan.
Kebijakan ini dilakukan terhadap 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjadi penopang distribusi makanan bagi siswa tingkat SD dan SMP. Pemkot menilai, pembenahan sistem perlu dilakukan agar program berjalan lebih optimal dan sesuai standar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara dan bukan berarti program dihentikan secara permanen.
“Penghentian ini kami lakukan untuk memastikan seluruh proses, mulai dari produksi hingga distribusi makanan, benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi gizi maupun keamanan,” kata Irfan, Kamis (16/4/2026).
Menurut Irfan, evaluasi difokuskan pada sejumlah aspek penting, termasuk sistem operasional dan pengelolaan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal ini dilakukan agar program tidak hanya memberikan manfaat dari sisi gizi, tetapi juga tetap memperhatikan aspek kebersihan dan lingkungan.
“Program ini tidak bisa dijalankan setengah-setengah. Kami ingin memastikan seluruh mekanisme berjalan dengan baik sehingga ke depan layanan yang diberikan lebih aman, berkualitas, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dia menambahkan, waktu penghentian dinilai tepat karena bertepatan dengan masa ujian sekolah, sehingga tidak terlalu berdampak pada aktivitas belajar mengajar siswa.
Pemkot Balikpapan menargetkan program makanan bergizi gratis dapat kembali berjalan setelah seluruh proses evaluasi dan pembenahan selesai dilakukan. Saat dilanjutkan nanti, kualitas layanan diharapkan meningkat, baik dari sisi kandungan gizi, higienitas, maupun sistem distribusi.
“Kami ingin ketika program ini kembali berjalan, manfaatnya bisa dirasakan lebih optimal oleh siswa,” tutur Irfan.
Pemkot pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemenuhan gizi anak sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di Kota Balikpapan. (yud)












