Lintasbalikpapan.com – Klub Serie A, US Cremonese, kembali harus menelan pil pahit setelah kalah dari Bologna FC 1909 dengan skor 1-2. Hasil ini membuat posisi Emil Audero dkk semakin rawan di papan bawah klasemen Serie A musim 2025/2026. Bermain di kandang sendiri, Stadio Giovanni Zini, Cremonese justru dikejutkan oleh gol cepat lawan di awal pertandingan. Situasi ini membuat tim kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.
Kekalahan tersebut memperpanjang tren negatif yang membuat mereka kini terjebak di peringkat ke-18. Jarak dengan zona aman semakin tipis, namun tekanan justru semakin besar karena kompetisi memasuki fase krusial.
Meski begitu, peluang untuk bertahan belum sepenuhnya tertutup. Dengan beberapa laga tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga untuk menentukan nasib mereka musim ini.
Performa Emil Audero Jadi Sinar di Tengah Krisis
Di tengah situasi sulit, penampilan Emil Audero justru menjadi salah satu hal positif bagi Cremonese. Kiper berdarah Indonesia tersebut tampil cukup konsisten dan menjadi benteng terakhir yang kerap menyelamatkan tim dari kekalahan yang lebih besar.
Meski kebobolan dua gol dalam laga terakhir, kontribusinya sepanjang musim tetap patut diapresiasi. Ia bahkan tercatat sebagai salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di liga, menunjukkan betapa sibuknya lini pertahanan Cremonese.
Pengalaman Audero, yang sebelumnya pernah memperkuat Juventus FC, juga memberikan ketenangan di lini belakang. Dalam beberapa kesempatan, ia mampu menjaga mental tim tetap stabil meskipun tekanan datang dari berbagai arah.
Yang menarik, sikap profesionalnya juga terlihat dari pernyataannya usai pertandingan. Ia tetap optimis dan menekankan pentingnya menjaga fokus hingga akhir musim. Mentalitas seperti inilah yang bisa menjadi kunci kebangkitan tim di saat genting.
Laga Hidup Mati Kontra Cagliari Jadi Penentu
Pertandingan berikutnya melawan Cagliari Calcio akan menjadi momen penentuan bagi Cremonese. Duel ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertarungan langsung untuk keluar dari zona degradasi. Menariknya, kedua tim sama-sama sedang dalam performa kurang stabil. Hal ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan penuh tekanan. Pada pertemuan sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2, yang menunjukkan kekuatan mereka relatif seimbang.
Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Kemenangan akan menjadi dorongan moral sekaligus langkah besar untuk menjauh dari zona merah.
Cremonese harus mampu memanfaatkan momentum dan memperbaiki kesalahan di laga sebelumnya, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat lawan. Dukungan suporter juga diharapkan bisa menjadi energi tambahan di tengah situasi sulit ini.
Jika mampu tampil solid dan lebih efektif, bukan tidak mungkin Cremonese bisa membalikkan keadaan dan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Kini, semua bergantung pada bagaimana mereka memanfaatkan peluang di sisa musim.












