Lintasbalikpapan.com – Laga antara FC Barcelona dan Newcastle United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 benar-benar menghadirkan drama luar biasa. Bermain di Camp Nou, Blaugrana tampil tanpa ampun dan mengakhiri pertandingan dengan skor mencolok 7-2.
Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. Dengan agregat 8-3, Barcelona mengirim pesan tegas kepada pesaing lain bahwa mereka adalah kandidat serius juara musim ini. Intensitas tinggi, pressing agresif, dan kreativitas lini depan membuat Newcastle seperti kehilangan arah sepanjang pertandingan.
Sejak menit awal, Barcelona langsung menunjukkan dominasi. Kombinasi serangan cepat dan pergerakan tanpa bola membuat lini belakang Newcastle terus berada di bawah tekanan. Atmosfer stadion yang bergemuruh semakin memacu semangat para pemain tuan rumah untuk tampil maksimal.
Babak Pertama Penuh Drama dan Rekor Bersejarah
Pertandingan baru berjalan enam menit ketika Raphinha membuka keunggulan Barcelona. Ia memanfaatkan umpan matang dari Lamine Yamal dan menaklukkan Aaron Ramsdale dengan penyelesaian dingin.
Namun Newcastle tak tinggal diam. Anthony Elanga tampil mengejutkan dengan mencetak dua gol balasan, menunjukkan bahwa tim tamu masih punya daya juang tinggi. Skor sempat imbang 2-2, membuat laga semakin panas.
Di tengah tensi tinggi, Barcelona kembali unggul lewat Marc Bernal. Namun momen paling bersejarah terjadi di penghujung babak pertama. Setelah pelanggaran Kieran Trippier terhadap Raphinha, wasit menunjuk titik penalti.
Lamine Yamal yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol tersebut menjadi gol ke-10-nya di Liga Champions musim ini, sekaligus memecahkan rekor milik Kylian Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sebelum usia 19 tahun. Sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain muda yang sedang naik daun.
Babak Kedua: Dominasi Total dan Pesta Gol Barcelona
Memasuki babak kedua, Barcelona benar-benar tak terbendung. Permainan kolektif mereka membuat Newcastle kesulitan keluar dari tekanan. Gol demi gol pun tercipta dengan pola permainan yang rapi dan efisien.
Fermín López membuka keran gol di babak kedua setelah memanfaatkan kerja sama tim yang solid. Tak lama kemudian, Robert Lewandowski mencetak dua gol beruntun, menunjukkan insting tajamnya sebagai striker kelas dunia.
Raphinha kembali menjadi sorotan dengan kontribusi luar biasa. Selain mencetak gol pembuka, ia juga menutup pesta dengan gol ketujuh Barcelona, sekaligus mencatatkan dua gol dan dua assist dalam satu pertandingan. Penampilannya menjadi bukti bahwa ia adalah motor serangan utama tim malam itu.
Newcastle yang dilatih Eddie Howe tak mampu membendung gelombang serangan yang terus datang. Pertahanan mereka runtuh, sementara Barcelona semakin percaya diri hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini bukan hanya tentang skor besar, tetapi juga tentang pesan kuat: Barcelona sedang berada dalam performa terbaiknya. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain senior berpengalaman, mereka menjadi ancaman nyata di Liga Champions musim ini.












