Lintasbalikpapan.com – Pertandingan pekan ke-29 Serie A Liga Italia menghadirkan duel sengit antara US Cremonese dan ACF Fiorentina di Stadio Giovanni Zini, Cremona, Selasa (17/3/2026) dini hari WIB. Laga yang di harapkan menjadi titik kebangkitan tuan rumah justru berakhir pahit setelah Cremonese tumbang dengan skor telak 1-4.
Kiper yang juga memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Emil Audero, harus memungut bola dari gawangnya sebanyak empat kali. Fiorentina tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah sepanjang pertandingan.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-25 melalui aksi Fabiano Parisi yang berhasil menembus pertahanan Cremonese. Tekanan Fiorentina tidak berhenti di situ. Hanya tujuh menit berselang, Roberto Piccoli menggandakan keunggulan tim tamu lewat penyelesaian yang sulit di antisipasi Audero.
Memasuki babak kedua, dominasi La Viola terus berlanjut. Gol ketiga di cetak oleh Domilson Cordeiro dos Santos pada menit ke-49. Cremonese sempat memberi harapan lewat gol balasan dari David Okereke di menit ke-57, namun momentum tersebut tak bertahan lama setelah Albert Guðmundsson memastikan kemenangan Fiorentina lewat gol keempat pada menit ke-70.
Pertahanan Kembali Jadi Sorotan
Kekalahan ini kembali menyoroti rapuhnya lini belakang Cremonese sepanjang musim. Meski memiliki penjaga gawang berpengalaman seperti Emil Audero, tekanan yang terus-menerus dari lawan membuat pertahanan tim kesulitan menjaga konsistensi.
Pelatih Davide Nicola sebenarnya mencoba mengatur ulang strategi permainan agar lebih solid di lini tengah. Namun Fiorentina yang dilatih Paolo Vanoli tampil lebih disiplin dan mampu memaksimalkan peluang. Empat gol yang bersarang di gawang Cremonese menjadi bukti bahwa tim ini masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam hal organisasi pertahanan. Jika masalah ini tidak segera diperbaiki, peluang mereka untuk bertahan di Serie A bisa semakin kecil.
Selain itu, minimnya produktivitas lini depan juga menjadi kendala tersendiri. Meski David Okereke berhasil mencetak gol hiburan, secara keseluruhan serangan Cremonese masih kalah tajam dibandingkan Fiorentina.
Klasemen Serie A: Cremonese Masih Terjebak di Zona Degradasi
Hasil buruk ini membuat Cremonese tetap tertahan di posisi ke-18 klasemen sementara Serie A dengan koleksi 24 poin dari 29 pertandingan. Posisi tersebut menempatkan mereka di zona degradasi dan semakin tertekan menjelang akhir musim.
Cremonese kini terpaut tiga poin dari US Lecce yang berada di batas aman dengan 27 poin. Selisih tersebut sebenarnya masih bisa dikejar, namun tren negatif tim menjadi kekhawatiran tersendiri. Kekalahan dari Fiorentina juga menjadi yang keempat secara beruntun bagi I Grigiorossi. Catatan tersebut menunjukkan bahwa tim sedang berada dalam periode sulit yang dapat memengaruhi mental para pemain.
Di sisi lain, kemenangan ini sangat berarti bagi Fiorentina. Tambahan tiga poin membawa La Viola naik ke posisi ke-16 klasemen dengan 28 poin, sekaligus menjauh dari ancaman degradasi.
Dengan sisa pertandingan musim ini yang semakin sedikit, setiap poin akan menjadi sangat berharga. Cremonese harus segera menemukan cara untuk bangkit jika ingin mempertahankan tempat mereka di kasta tertinggi sepak bola Italia musim depan.











