Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — DPRD Kota Balikpapan menilai perlu adanya kejelasan terkait perkembangan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu sebelum kembali menyetujui penganggaran lanjutan untuk proyek tersebut.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Balikpapan, H. Haris, mengatakan progres pembangunan rumah sakit tersebut hingga kini baru mencapai sekitar 17 persen, sementara proyek itu telah direncanakan sejak tiga hingga empat tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan, terlebih kontraktor disebut telah menarik uang muka sebesar 20 persen dari total nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp100 miliar.
“Kalau tidak ada penjelasan yang jelas, bagaimana kami bisa memberikan kepercayaan ketika nanti pemerintah kembali meminta anggaran untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Haris kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, DPRD pada dasarnya hanya memiliki kewenangan menyetujui atau mengesahkan anggaran yang diajukan pemerintah daerah. Sementara seluruh perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan merupakan kewenangan pemerintah kota.
Namun ketika proyek yang telah disetujui anggarannya tidak berjalan sesuai rencana, DPRD perlu mengetahui secara pasti penyebabnya sebelum kembali menyetujui penganggaran lanjutan.
Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di DPRD untuk mengkaji lebih jauh perkembangan proyek pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu.
Haris menyebutkan, usulan pembentukan pansus tersebut telah disampaikan melalui surat resmi fraksi dalam persidangan DPRD sejak 22 Januari lalu. Usulan serupa sebelumnya juga telah diajukan oleh fraksi lain seperti PKB dan NasDem.
Menurutnya, keberadaan pansus penting agar seluruh anggota DPRD memperoleh gambaran yang jelas terkait kondisi proyek tersebut. Dengan begitu, DPRD dapat mengambil keputusan secara tepat dalam pembahasan anggaran berikutnya.
“Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana proyek ini bisa berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dia berharap melalui kajian yang dilakukan pansus nantinya, berbagai kendala yang menyebabkan lambatnya pembangunan rumah sakit tersebut dapat diidentifikasi dan segera dicarikan solusi. Dengan demikian, pembangunan fasilitas layanan kesehatan tersebut dapat dilanjutkan dan dimanfaatkan masyarakat sesuai rencana. (yud/ADV/DPRD Balikpapan












