Baru Tuntaskan Touring Indonesia–Mekkah, Om Daeng Kembali Jelajah 6.000 Km Sulawesi Bersama Yamaha XMAX TECHMAX

Lintasbalikpapan.com, SULAWESI – Nama Anshar atau yang akrab disapa Om Daeng kembali jadi perbincangan di kalangan pecinta touring. Belum lama menuntaskan perjalanan epik Indonesia–Mekkah sejauh lebih dari 27.000 kilometer melintasi 12 negara selama tujuh bulan menggunakan Yamaha XMAX generasi pertama, ia kini kembali memutar gas untuk misi baru bertajuk “Jelajah Sulawesi”.

Jika sebelumnya ia membelah lintas negara, kali ini Om Daeng memilih menyusuri tanah kelahirannya sendiri. Bersama Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru, ia menempuh perjalanan sekitar 6.000 kilometer selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari. Sebanyak 69 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi disambangi dalam ekspedisi ini.

Perjalanan dimulai dari Makassar, lalu berlanjut ke Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang hingga Toraja. Ragam karakter jalan pun ia rasakan, dari hamparan pesisir, jalur antar kota, hingga pegunungan dengan tikungan teknikal yang menuntut konsentrasi tinggi.

Namun “Jelajah Sulawesi” bukan sekadar perjalanan menikmati panorama. Ada misi sosial yang menyertai di setiap kilometer. Di sejumlah kota, Om Daeng menyempatkan diri berbagi dengan yayasan dan panti asuhan. Di Baubau ia menyalurkan sembako, di Kotamobagu berbagi sembako dan mainan anak-anak di pondok pesantren, sementara di Palu ia menyerahkan sembako dan alat tulis untuk anak-anak panti asuhan.

“Kebahagiaan terbesar bukan hanya sampai tujuan dengan selamat, tapi melihat senyum anak-anak dan bisa bersilaturahmi dengan kawan-kawan biker MAXI Yamaha. Hampir di setiap kota saya mendapat sambutan hangat luar biasa,” ungkap Om Daeng.

Tantangan terberat dirasakan saat melintasi Morowali menuju Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Jalur pegunungan sempit dengan tanjakan, turunan panjang, serta tikungan tajam menjadi ujian fokus dan stamina.

“Benar-benar menguji konsentrasi. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat bermain di tikungan,” jelasnya.

Sebaliknya, rute Amurang menuju Kotamobagu menjadi favorit karena panorama yang memanjakan mata. Perpaduan pesisir teluk yang tenang dan pegunungan hijau khas Sulawesi Utara menghadirkan pengalaman berkendara yang tak terlupakan.

Dibandingkan generasi sebelumnya yang membawanya hingga Timur Tengah, Om Daeng merasakan peningkatan signifikan pada XMAX TECHMAX terbaru. Motor terasa lebih ramping, ringan, dan responsif, terutama saat melibas jalur pegunungan.

Fitur navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi pada panel TFT meter menjadi salah satu andalan selama perjalanan. Ia tak perlu lagi mengandalkan ponsel saat hujan turun. Ditambah model jok bergaya Eropa dengan lumbar support, perjalanan ribuan kilometer terasa lebih nyaman.

“Awalnya saya kira navigasi tidak terlalu terpakai, ternyata sangat membantu dan akurat. Joknya juga nyaman, duduk lama tidak terasa pegal,” tambahnya.

Usai mengelilingi Sulawesi, langkah Om Daeng belum berhenti. Ia dijadwalkan menyeberang dari Pelabuhan Bira menuju Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, untuk melanjutkan misi eksplorasi sekaligus berbagi.

Bagi Om Daeng, touring bukan sekadar menaklukkan jarak. Setiap kilometer adalah cerita, setiap persinggahan adalah silaturahmi, dan setiap perjalanan selalu punya makna. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *