Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) mencatat kinerja operasional positif sepanjang tahun 2025. Hingga 29 Desember 2025, arus bongkar muat petikemas di terminal tersebut mencapai sekitar 198.596 TEUs, seiring dengan intensitas pelayanan kapal yang terus berlangsung sepanjang tahun.
Capaian arus petikemas tersebut didukung oleh kunjungan kapal petikemas yang diperkirakan mencapai 537 call hingga akhir Desember 2025. Setiap kapal yang sandar dilayani melalui pengaturan operasional yang terkoordinasi, mulai dari kesiapan dermaga hingga peralatan bongkar muat.
Dari sisi produktivitas, PT KKT mencatat BCH ET sebesar 28,08 box per jam dan BSH ET sebesar 32,61 box per jam sepanjang 2025. Sementara itu, efektivitas waktu sandar kapal atau ET per BT tercatat mencapai 72,58 persen. Angka-angka tersebut menjadi indikator kinerja operasional pelabuhan dalam memanfaatkan waktu dan fasilitas secara optimal.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, menyampaikan bahwa pencapaian kinerja tersebut merupakan hasil dari konsistensi operasional yang dijaga sejak awal tahun.
Menurutnya, pengelolaan terminal dilakukan dengan mengedepankan kesiapan peralatan dan disiplin kerja di lapangan.
“Operasional pelabuhan menuntut ketepatan dan konsistensi setiap hari. Capaian arus petikemas dan produktivitas sepanjang 2025 merupakan hasil dari kesiapan peralatan, kedisiplinan operasional, serta koordinasi sumber daya manusia,” ujar Enriany Muis, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan, perusahaan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja operasional guna menjaga standar layanan kepada pengguna jasa.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan bongkar muat tetap berjalan efektif di tengah dinamika arus barang.
Menutup tahun 2025, PT KKT menilai capaian kinerja operasional ini sebagai indikator keandalan terminal dalam mendukung kelancaran distribusi logistik. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan seiring dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan dan kebutuhan logistik di kawasan timur Indonesia. (yud)






