Cremonese Kalah Tipis 0-1 dari Torino, Emil Audero Cs Tumbang Dikandang!

Lintasbalikpapan.com – Torino akhirnya bisa bernapas lega setelah melewati periode sulit yang cukup panjang di Liga Italia 2025-2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Il Toro sukses menaklukkan Cremonese dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-15. Hasil ini terasa sangat penting karena kemenangan tersebut sekaligus memutus tren negatif Torino yang tak pernah menang dalam enam laga terakhir, termasuk tiga kekalahan beruntun yang sempat membuat posisi mereka tertekan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Torino langsung mengambil inisiatif permainan. Tekanan demi tekanan di lepaskan ke lini pertahanan Cremonese yang dikawal oleh Emil Audero, kiper Timnas Indonesia. Audero pun langsung diuji lewat tembakan keras Che Adams yang memaksanya melakukan penyelamatan krusial. Meski terus di tekan, Cremonese mencoba bertahan disiplin sambil sesekali mengandalkan serangan balik cepat.

Gol Vlasic Jadi Pembeda di Tengah Duel Ketat

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27, momen yang menjadi titik balik pertandingan. Berawal dari situasi umpan silang, Duvan Zapata berhasil mengontrol bola dengan baik sebelum terjadi kemelut di area pertahanan Cremonese. Upaya sapuan Federico Baschirotto justru membuat bola jatuh ke kaki Nikola Vlasic. Tanpa banyak pikir, gelandang serang Torino itu melepaskan tembakan keras dari jarak dekat yang gagal dibendung Emil Audero.

Gol tersebut membuat tempo permainan semakin hidup. Cremonese mencoba merespons cepat dengan meningkatkan intensitas serangan. Salah satu peluang terbaik mereka hadir lewat aksi akrobatik Federico Bonazzoli yang memaksa kiper Torino, Alberto Paleari, melakukan penyelamatan sulit. Jamie Vardy juga sempat mencuri perhatian setelah lolos dari jebakan offside, meski peluang itu belum mampu di ubah menjadi gol.

Drama Babak Kedua Cremonese vs Torino

Memasuki babak kedua, Torino tetap tampil agresif dan nyaris menggandakan keunggulan lewat beberapa peluang Che Adams. Namun, ketajaman di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah bagi tuan rumah. Di sisi lain, Cremonese justru mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-80. Crossing matang Jamie Vardy sebenarnya sudah mengarah sempurna ke tiang jauh, tetapi Faris Moumbagna gagal menyambut bola dengan maksimal.

Drama mencapai puncaknya di masa tambahan waktu. Cremonese sempat berharap mendapatkan penalti setelah bola hasil sundulan Giovanni Simeone mengenai bahu lalu memantul ke tangannya sendiri di area terlarang. VAR memang melakukan pengecekan, namun wasit memutuskan tidak perlu melakukan On-Field Review. Keputusan tersebut memicu kekecewaan kubu tamu, sekaligus memastikan tiga poin tetap menjadi milik Torino.

Kemenangan ini bukan hanya soal angka di klasemen, tetapi juga suntikan kepercayaan diri bagi Torino untuk menatap laga-laga berikutnya. Sementara bagi Cremonese, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bahwa efektivitas di momen krusial masih perlu di perbaiki jika ingin bersaing lebih konsisten di Serie A musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *