Estetika Kota Terganggu, DPRD Desak DLH Percepat Peremajaan Pohon di Balikpapan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kerusakan trotoar di sejumlah kawasan di Kota Balikpapan akibat akar pohon kembali memunculkan keluhan dari warga. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, namun juga dianggap mencoreng wajah kota yang tengah berupaya memperkuat identitas sebagai kota yang tertata dan ramah pejalan kaki.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menegaskan bahwa persoalan tersebut tak boleh dianggap sepele. Menurutnya, manajemen ruang hijau yang kurang optimal dapat berdampak langsung pada kualitas infrastruktur dan estetika kota.

“Trotoar rusak karena akar pohon menjulang keluar membuat kota terlihat tidak rapi. Ini butuh intervensi cepat. Kalau memang akarnya sudah merusak fasilitas umum, sebaiknya pohonnya ditebang dan diganti dengan jenis yang lebih ramah terhadap infrastruktur,” kata Yusri usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (20/11/2025).

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa peremajaan pohon merupakan langkah yang wajar dilakukan, terutama di area yang memiliki volume aktivitas masyarakat cukup tinggi. Selain demi estetika, keberadaan pohon berukuran besar yang sudah terlalu rindang juga dapat menimbulkan risiko keselamatan.

“Pohon yang terlalu besar dan rimbun bisa berbahaya, terutama saat angin kencang. Kita sudah beberapa kali melihat kasus pohon tumbang, dan itu seharusnya jadi pembelajaran bersama,” tambahnya.

Yusri meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat, tetapi aktif melakukan monitoring kondisi pohon secara berkala. Ia menilai pola pemeliharaan yang bersifat reaktif sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan kota yang terus berkembang.

“Pemangkasan harus rutin, bukan menunggu sampai pohon benar-benar membahayakan. Begitu juga dengan pohon-pohon tua yang akarnya merusak trotoar, harus ditangani sebelum kondisinya semakin parah,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD melihat perlunya perencanaan jangka panjang dalam penataan vegetasi kota, termasuk pemilihan jenis pohon yang tidak hanya estetik, tetapi juga aman bagi infrastruktur di sekitarnya. Menurut Yusri, beberapa jenis pohon sebenarnya tidak cocok ditanam di sepanjang trotoar karena karakter akarnya yang agresif.

“Kita ingin ruang hijau tetap terjaga, tetapi harus selaras dengan penataan kota. Pohon-pohon pengganti nanti harus dipilih dengan cermat agar tidak kembali merusak fasilitas publik,” ujarnya.

Ia berharap langkah-langkah ini dapat segera direspons DLH sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, kenyamanan, dan keindahan kota. Perhatian pada detail-detail kecil seperti trotoar, kata Yusri, justru menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola ruang kota yang layak huni.

“Semoga DLH semakin aktif melakukan pemantauan dan penanganan. Kota yang aman, bersih, dan tertata adalah harapan kita bersama,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *