Data Tidak Akurat Dinilai Jadi Penghambat Utama Penurunan Stunting di Balikpapan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim, menilai persoalan utama yang membuat angka stunting di Kota Balikpapan sulit turun adalah kualitas data yang belum akurat. Ia menegaskan bahwa ketidaksinkronan data di lapangan menyebabkan berbagai program intervensi tidak berjalan optimal.

Menurutnya, sejumlah temuan menunjukkan bahwa anak yang tercatat sebagai penerima intervensi justru tidak lagi tinggal di wilayah tersebut saat petugas posyandu melakukan pengecekan. Kondisi ini membuat intervensi menjadi tidak tepat sasaran dan memengaruhi akurasi angka prevalensi.

“Kenapa sudah banyak upaya tetapi angkanya tidak turun. Salah satunya persoalan data. Banyak temuan di lapangan bahwa anak yang masuk data stunting ternyata bukan warga setempat atau sudah pindah ketika ingin ditangani,” ujar Iim, Senin (17/11/2025).

Iim menilai mobilitas penduduk yang tinggi menjadi penyebab utama data tidak akurat. Anak-anak dari luar wilayah yang sempat terdaftar kemudian tidak ditemukan kembali saat intervensi dilakukan, sehingga memunculkan data yang tidak sinkron antara catatan dan kondisi faktual.

Selain itu, dia juga menyebut adanya permasalahan dalam proses pengukuran oleh sebagian kader posyandu. Menurutnya, kesalahan teknis sekecil apa pun dapat berpengaruh pada penilaian status gizi anak dan akhirnya berdampak pada angka stunting kota.

“Menimbang dan mengukur itu harus presisi. Nol koma saja kalau salah, dikumpulkan banyak bisa membuat data terlihat tinggi. Makanya kader perlu pelatihan,” tegasnya.

Iim berharap pemerintah kota memberikan perhatian serius pada perbaikan kualitas data sebelum memperluas program intervensi lainnya. Perbaikan sistem pendataan dan pelaporan menjadi kunci agar setiap anak yang benar-benar membutuhkan intervensi dapat terpantau dengan tepat.

“Kalau dasarnya tidak beres, program apa pun tidak akan maksimal. Data harus dibenahi dulu,” tambahnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *