Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – DPRD Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu fokus utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk memperkuat strategi tersebut, rombongan Komisi II DPRD Agam melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan guna mempelajari model pembinaan dan penguatan UMKM yang dinilai berhasil diterapkan di kota ini.
Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Agam, Yandril, dan diterima langsung oleh Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik. Selama dua hari, rombongan melakukan diskusi dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan.
Yandril menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya DPRD Agam untuk memperkuat sektor ekonomi produktif daerah, khususnya UMKM, agar bisa menjadi sumber pertumbuhan PAD yang lebih signifikan.
“Kami ingin belajar bagaimana Balikpapan mengelola sektor UMKM secara sistematis. Kami melihat permodalan, perizinan, dan pembinaan di kota ini sudah sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi kami di Agam,” ujarnya, Jumat (7/11/2025)
Ia menambahkan, saat ini PAD Kabupaten Agam masih berada di kisaran Rp200 miliar dengan total APBD sekitar Rp1,2 triliun. Karena itu, DPRD Agam mendorong agar UMKM dapat menjadi sektor unggulan baru yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
“Potensi kami besar, terutama di sektor pertanian dan ekonomi kreatif. Tapi masih perlu penguatan dalam hal kelembagaan dan dukungan modal usaha agar UMKM bisa tumbuh dan memberikan dampak bagi PAD,” tambah Yandril.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menyebutkan bahwa pengembangan UMKM di Balikpapan berjalan baik berkat sinergi antara pemerintah kota, lembaga keuangan, dan masyarakat.
“Kami tunjukkan bagaimana pemerintah kota membantu UMKM dari tahap awal. Misalnya, pelatihan, fasilitasi perizinan, hingga kerja sama dengan perbankan,” jelasnya.
Menurut Japar, penguatan UMKM bukan hanya soal peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan PAD melalui pajak daerah, retribusi, dan perputaran ekonomi lokal.
“Ketika pelaku usaha kecil naik kelas, mereka mulai berkontribusi pada pendapatan daerah. Ini yang juga kami dorong di Balikpapan,” ujarnya.
Kunjungan kerja DPRD Agam ke Balikpapan diharapkan dapat memperkuat strategi daerah dalam membangun UMKM sebagai pilar ekonomi yang berdaya saing dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan PAD. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






