Usulan Tambahan Kuota LPG 3 Kg Masih Tunggu Restu Kementerian ESDM

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Usulan penambahan kuota LPG subsidi 3 kilogram untuk Kota Balikpapan hingga kini masih menunggu keputusan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Pertamina Patra Niaga, serta 11 agen LPG, di ruang rapat gabungan Gedung DPRD Balikpapan, Rabu (5/11/2025).

Menurut Japar, realisasi kuota LPG subsidi untuk Kota Balikpapan pada tahun 2024 mencapai sekitar 19.000 metrik ton. Melihat tren kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, pemerintah kota telah mengajukan penambahan kuota hingga 25.000 metrik ton untuk tahun 2025, atau naik sekitar 6.000 metrik ton dari tahun sebelumnya.

“Usulan tersebut sudah disampaikan oleh Pemerintah Kota melalui Sekretaris Daerah kepada Gubernur Kalimantan Timur untuk diteruskan ke Kementerian ESDM. Namun sampai saat ini belum ada realisasi atau keputusan dari Kementerian terkait persetujuan tambahan kuota tersebut,” jelas Japar Sidik.

Ia menegaskan, meski belum ada keputusan resmi dari Kementerian, Pertamina memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian kebutuhan antarwilayah melalui mekanisme pengalihan kuota. Artinya, wilayah dengan kelebihan pasokan dapat mengalihkan sebagian jatah kuotanya kepada daerah yang mengalami kekurangan.

“Pertamina punya posisi bergaining juga. Kalau memang kuota Balikpapan dinilai kurang, mereka bisa meminta suplai tambahan dari daerah lain di Kalimantan Timur. Jadi bukan barangnya yang dipindah, tapi slot kuotanya,” terangnya.

Japar menambahkan, pembagian kuota LPG subsidi diatur secara nasional oleh pemerintah pusat untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota. Namun, dalam pelaksanaannya, wilayah operasional Pertamina dapat melakukan penyesuaian sesuai kondisi riil kebutuhan di lapangan.

“Misalnya di Kalimantan Timur ada sepuluh kabupaten/kota, masing-masing sudah punya jatah kuota. Kalau Balikpapan kekurangan, bisa diusulkan agar mendapat tambahan dari daerah lain,” ujarnya.

DPRD berharap Kementerian ESDM dapat segera memberikan keputusan atas usulan tersebut, mengingat kebutuhan LPG subsidi di Balikpapan terus meningkat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Harapannya, persetujuan ini bisa turun sebelum akhir tahun agar distribusi LPG subsidi tetap stabil dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan tabung gas 3 kilogram,” tutupnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *