Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas sanitasi di Kelurahan Baru Ilir melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan (DKK), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dan Pertamina. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan septictank komunal untuk mendukung pemukiman yang masih minim fasilitas sanitasi.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS).
“Kami berharap, pembangunan septictank komunal ini menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat setempat,” ujar Alwiati, Senin (23/12/2024).
Namun, ia mengakui ada kendala dalam pengadaan fasilitas ini, khususnya terkait keterbatasan lahan di wilayah yang dikelola oleh Pertamina dan TNI. Meski demikian, pendekatan terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik.
Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengungkapkan bahwa ada 145 rumah tangga di wilayahnya yang masih belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. “Masalah utama ada di kawasan RT 57, 55, dan 65 di Gunung Polisi, di mana akses pemerintah setempat terbatas karena lahan milik Pertamina dan TNI,” katanya.
Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina guna mendorong keterlibatan lebih lanjut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). “Pertamina telah berkomitmen melakukan peninjauan dan menyediakan bantuan septictank bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambah Junaidi.
Meski sudah ada deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Baru Ilir, upaya edukasi tentang pentingnya sanitasi yang layak terus digencarkan. Junaidi menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat sebagai tantangan utama. Banyak warga masih menggunakan septictank tanpa sistem pengolahan limbah yang sesuai standar.
Program bantuan pemerintah, kata Junaidi, hanya dapat diberikan kepada warga dengan lahan yang memenuhi syarat legalitas. Namun, ia optimistis sinergi dengan pihak-pihak terkait, seperti Pertamina, dapat membantu menyelesaikan masalah ini.
“Dengan kerja sama yang baik, kami yakin Kelurahan Baru Ilir dapat menjadi contoh lingkungan yang sehat dan bebas BABS secara penuh,” tutupnya. (Djo)









