Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) dengan sistem buy the service (BTS) rencanannya akan mulai beroperasi di Balikpapan pada Agustus 2024 dengan tiga koridor.
Kepala Dinas Perhubungan Adwar Skenda Putra mengatakan, bahwa nantinya SAUM direncanakan akan beroperasi pada Agustus dengan tiga koridor rute yang tersedia.
Koridor rute pertama dari Pelabuhan Semayang menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Kemudian koridor rute kedua, dari Terminal Batu Ampar menuju jalan Soekarno Hatta – Ahmad Yani – Jenderal Sudirman – MT Haryono dan kembali ke Terminal Batu Ampar.
“Untuk koridor rute ketiga sebaliknya dari Terminal Batu Ampar menuju Jalan MT Haryono – Jenderal Sudirman – Ahmad Yani – Terminal Batu Ampar,” kata pria yang akrab disapa Edo ketika diwawancarai wartawan, belum lama ini.
Menurut Edo, bahwa transportasi SAUM ini nantinya akan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 wita. Setiap bus akan memiliki jeda waktu datang sekitar 10 menit.
Ia mencontohkan seperti operasional bus Transjakarta, penumpang akan menunggu sekitar 10 hingga 15 menit sampai bus selanjutnya tiba di koridor.
Sedangkan untuk tarif, lanjut dia, pihaknya masih melakukan penghitungan berdasarkan
koridor dan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Kalau idealnya pasti kita kasih murah sama seperti tarif angkot. Kalau bisa dibawah tarif angkot. Untuk pembayaran SAUM menggunakan sistem cashless. Sehingga pembayaran tak lagi menggunakan uang tunai,” terangnya.
Dia memastikan, setelah SAUM beroperasi, dipastikan tidak akan mengganggu trayek angkutan kota (angkot). Karena rencananya angkot dapat menjadi feeder atau jalan penghubung untuk memfasilitasi warga yang berangkat dari jalan lingkungan.
“Misalkan warga yang berada di jalan Indrakila dan strat tiga bisa naik angkot terlebih dahulu, untuk keluar ke Jalan protokol Soekarno-Hatta, kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus SAUM,” ujarnya.
“Jadi nanti kami akan membuat regulasinya dan aturannya terlebih dahulu. Kemudian ditawarkan ke angkot mau pilih jalur trayek yang mana. Karena mereka yang memilih, dan bukan kita yang menentukan,” pungkasnya. (Djo)






