Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Dunia kerja modern tidak hanya membutuhkan tenaga teknis yang andal, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu berkomunikasi dengan baik dan memahami kebutuhan pelanggan. Hal inilah yang menjadi fokus pembinaan siswa magang binaan Honda dari SMK Negeri 6 Balikpapan melalui kegiatan service visit yang digelar bersama Astra Motor Kaltim 1 dan jaringan AHASS Harapan Utama Damai.
Memasuki fase praktik kerja lapangan yang lebih progresif, para siswa mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan konsumen di lapangan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas teknis terkait perawatan sepeda motor, tetapi juga dilatih mengembangkan kemampuan komunikasi, pelayanan pelanggan, hingga pemasaran produk dan layanan Honda.
Dalam kegiatan tersebut, siswa didorong untuk aktif menawarkan layanan servis berkala kepada pelanggan sekaligus memberikan edukasi mengenai kemudahan layanan digital melalui aplikasi Motorku X. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ekosistem layanan digital Honda kepada masyarakat sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Manager Technical Service Department Astra Motor Kaltim 1, Iqbal Safii, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing.
“Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi industri dan pendidikan. Kami ingin para siswa memahami bahwa di dunia kerja, kemampuan teknis harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang persuasif. Memberikan edukasi kepada konsumen mengenai aplikasi Motorku X adalah bagian dari transformasi layanan digital yang harus dikuasai oleh generasi muda saat ini,” ujar Iqbal.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak percaya diri mendampingi pelanggan, mulai dari membantu proses pendaftaran servis hingga menjelaskan berbagai manfaat yang dapat diperoleh melalui aplikasi Motorku X, seperti pemesanan servis, informasi promo, hingga kemudahan mengakses berbagai layanan Honda secara digital.
Metode pembelajaran learning by doing yang diterapkan dalam program ini dinilai efektif untuk meningkatkan kompetensi siswa. Selain memahami aspek teknis kendaraan, mereka juga belajar membangun hubungan dengan pelanggan serta memahami standar pelayanan yang diterapkan di industri otomotif profesional.
Bagi Harapan Utama Damai dan Astra Motor Kaltim 1, pengalaman langsung di lapangan menjadi bekal penting dalam mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga berorientasi pada pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas pelayanan yang dinamis, siswa diharapkan mampu mengintegrasikan kemampuan teknis dengan keterampilan komunikasi dan pemanfaatan teknologi digital. Kompetensi tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan industri otomotif yang terus berkembang di era transformasi digital.
Program pembinaan ini sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan Honda dalam mendukung pendidikan vokasi serta memperkuat konsep link and match antara sekolah dan dunia industri guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap kerja. (*)






