Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur memperkuat strategi pencegahan kejahatan jalanan dengan memfokuskan pengamanan pada malam hingga dini hari, waktu yang dinilai paling rawan terjadinya tindak kriminal.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Endar Priantoro dalam konferensi pers bersama Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan di Aula Polresta Balikpapan, Rabu (3/6/2026).
Menurut Endar, kejahatan jalanan tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak terhadap rasa aman masyarakat. Kekhawatiran yang muncul akibat maraknya aksi kriminal dapat mengganggu aktivitas sehari-hari hingga interaksi sosial warga.
“Dampak psikologis ini nyata. Rasa takut terhadap kejahatan di jalanan akan mengganggu aktivitas dan interaksi sosial masyarakat,” ujarnya.
Selain memicu keresahan, tindak kejahatan juga menyebabkan kerugian ekonomi bagi korban, seperti kehilangan kendaraan bermotor maupun barang berharga lainnya. Kondisi tersebut bahkan dapat membatasi aktivitas masyarakat, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan.
Kapolda juga menilai keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung iklim usaha. Rasa aman yang menurun dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, yang pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian daerah.
Sebagai bentuk penindakan, Polda Kaltim bersama jajaran Polres telah melaksanakan operasi intensif selama periode 1 Mei hingga 2 Juni 2026. Dari kegiatan tersebut, sebanyak 81 tersangka berhasil diamankan dari berbagai kasus kejahatan.
Adapun rinciannya meliputi 24 kasus pencurian kendaraan bermotor dengan 31 tersangka, 25 kasus pencurian dengan pemberatan dengan 32 tersangka, serta sejumlah kasus lainnya seperti kepemilikan senjata tajam dan penganiayaan.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan di berbagai wilayah Kalimantan Timur, meliputi Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Paser, dan Penajam Paser Utara.
Berdasarkan hasil evaluasi kepolisian, mayoritas tindak kriminal terjadi pada malam hingga dini hari. Karena itu, Polda Kaltim akan memperkuat langkah pencegahan dengan meningkatkan patroli berseragam maupun non-seragam, menempatkan personel di titik-titik rawan, serta mengoptimalkan pemanfaatan CCTV melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
Selain upaya kepolisian, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga keamanan lingkungan melalui peningkatan kewaspadaan dan pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).
“Kesempatan adalah faktor utama terjadinya kejahatan. Jika peluang itu bisa kita tutup, maka kejahatan dapat dicegah,” tegas Endar.
Kapolda juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan darurat 110 untuk melaporkan secara cepat apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Dia memastikan Polda Kaltim akan terus mengedepankan langkah preventif dan represif serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, media, dan masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Kalimantan Timur. (yud)






