Jarang Dimainkan di Persija, Mengapa Shayne Pattynama Terus Terpinggirkan?

Lintasbalikpapan.com – Kehadiran Shayne Pattynama di Persija Jakarta awalnya diharapkan menjadi tambahan kekuatan di sektor pertahanan. Namun, perjalanan bek kiri Timnas Indonesia tersebut bersama Macan Kemayoran justru menghadapi situasi yang tidak mudah. Memasuki musim 2026/2027, Shayne belum sekalipun mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan resmi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai posisinya dalam rencana permainan Shin Tae-yong. Padahal, Shayne memiliki pengalaman internasional dan pernah memperkuat sejumlah klub di Eropa. Lantas, apa yang membuat pemain tersebut belum mendapatkan kepercayaan di Persija?

Kesempatan Shayne Pattynama di Persija Belum Kunjung Datang

Bergabung dengan Persija Jakarta sejak putaran kedua BRI Super League 2025/2026, Shayne Pattynama sempat mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuannya. Di bawah kepemimpinan Mauricio Souza, pemain berusia tersebut tercatat tampil dalam 10 pertandingan bersama Macan Kemayoran.

Sayangnya, pergantian pelatih membawa perubahan terhadap situasi yang dihadapinya. Setelah Shin Tae-yong mengambil alih kursi kepelatihan Persija pada musim 2026/2027, Shayne justru kehilangan tempat dalam skuad utama. Dalam delapan pertandingan awal Super League musim ini, namanya bahkan tidak pernah tercantum dalam daftar susunan pemain. Situasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemain yang ingin menjaga konsistensi penampilannya.

Harapan sempat muncul ketika Shayne akhirnya masuk DSP saat Persija menghadapi PSMS Medan dalam I.League Cup 2026/2027, Selasa (3/11/2026). Namun, kesempatan tersebut belum berujung pada debutnya musim ini. Shin Tae-yong lebih memilih Pratama Arhan sebagai starter di posisi bek kiri. Arhan bermain selama 90 menit, sementara Dony Tri Pamungkas mendapatkan kesempatan masuk pada menit ke-67. Shayne pun kembali harus menunggu dari bangku cadangan.

Pengalaman Internasional Tak Menjamin Tempat Utama

Hal yang membuat situasi Shayne semakin menarik adalah rekam jejaknya di level internasional. Bersama Timnas Indonesia, ia masih mendapatkan kepercayaan untuk tampil dalam pertandingan penting. Salah satunya ketika Indonesia menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Shayne bahkan dipercaya menjadi salah satu eksekutor dalam babak adu penalti dan berhasil menjalankan tugasnya.

Perbedaan peran antara tim nasional dan klub pun menjadi perhatian. Di satu sisi, Shayne masih memiliki kontribusi dalam skuad Garuda. Namun, di sisi lain, ia belum memperoleh kesempatan membuktikan kualitasnya bersama Persija. Persaingan di sektor bek kiri menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan. Kehadiran Pratama Arhan dan Dony Tri Pamungkas memberikan Shin Tae-yong beberapa alternatif untuk mengisi posisi tersebut.

Selain itu, Shayne juga mempunyai pengalaman bermain di Belanda, Norwegia, Belgia, hingga Thailand. Pengalaman tersebut seharusnya menjadi modal untuk bersaing, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih berdasarkan kebutuhan tim.

Aktivitas Shayne yang terlihat berlatih sendiri setelah pertandingan melawan PSMS juga menambah perhatian terhadap situasinya. Meski demikian, hal tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya masalah internal maupun ketidakharmonisan dengan tim.

Kini, pertanyaan besarnya adalah apakah Shin Tae-yong akan memberikan kesempatan kepada Shayne Pattynama untuk merasakan atmosfer pertandingan bersama Persija musim ini, atau justru memperpanjang masa penantiannya di bangku cadangan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *