Lintasbalikpapan.com – Real Madrid kembali menunjukkan mentalitas kuat di panggung Eropa setelah meraih kemenangan dramatis atas AEK Athens dengan skor 3-2. Pertandingan keempat fase liga Liga Champions 2026/2027 yang berlangsung di ALLWYN Arena, Athena, Kamis WIB, tersebut menjadi ujian tersendiri bagi skuad asuhan Jose Mourinho.
Meski datang dengan status tim unggulan, Los Blancos tidak mendapatkan kemenangan dengan mudah. AEK Athens justru mampu memberikan perlawanan agresif dan dua kali membuat tim tamu tertinggal. Namun, pengalaman serta kualitas individu para pemain Madrid akhirnya menjadi pembeda.
Hasil positif ini sekaligus memperpanjang tren kemenangan Real Madrid menjadi tujuh pertandingan beruntun di seluruh kompetisi. Tambahan tiga poin membuat mereka mengumpulkan 12 poin dan menempati posisi kedua klasemen sementara fase liga.
Madrid memiliki perolehan angka yang sama dengan Paris Saint-Germain (PSG). Akan tetapi, klub asal Spanyol tersebut masih harus puas berada di bawah PSG karena kalah dalam perhitungan selisih gol. Bagi Real Madrid, kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa tim masih mampu menjaga fokus meskipun menghadapi tekanan dan situasi pertandingan yang tidak berjalan sesuai harapan.
Bellingham dan Mbappe Jaga Asa Real Madrid di Tengah Tekanan
AEK Athens membuka pertandingan dengan cukup meyakinkan. Pada menit ke-12, Aboubakary Koita berhasil membawa tuan rumah unggul melalui tembakan keras kaki kiri dari sisi kanan serangan. Courtois tidak mampu menghentikan bola yang mengarah ke tiang dekat.
Madrid sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan, tetapi gol Antonio Rudiger dianulir karena posisi offside. Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-32. Jude Bellingham menjadi pemain yang menghidupkan kembali peluang Madrid. Gelandang asal Inggris tersebut memanfaatkan umpan silang Marc Cucurella dan mencetak gol melalui penyelesaian tumit yang mengecoh penjaga gawang AEK Athens.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin menarik. Madrid berusaha mengambil alih kendali permainan, tetapi AEK Athens kembali membuat kejutan melalui gol Stavros Pilios pada menit ke-75. Memanfaatkan umpan Koita, Pilios melepaskan tembakan terukur dari luar kotak penalti yang mengubah skor menjadi 2-1.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Hanya berselang tiga menit, Kylian Mbappe berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan silang mendatar dari Denzel Dumfries. Gol itu membuat kedudukan kembali imbang 2-2.
Mbappe sebenarnya berpeluang membawa Madrid berbalik unggul pada menit ke-86. Sayangnya, tembakannya masih mampu ditepis Brignoli sebelum bola membentur mistar gawang.
Fede Valverde Muncul sebagai Pahlawan, Madrid Amankan Tiga Poin
Ketika pertandingan tampaknya akan berakhir tanpa pemenang, Real Madrid justru menemukan momentum terbaiknya. Fede Valverde yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi sosok penting dalam menentukan hasil akhir pertandingan. Pada menit ke-92, gelandang asal Uruguay tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras menuju gawang AEK Athens dan tidak mampu dijangkau Brignoli. Gol spektakuler itu langsung mengubah skor menjadi 3-2 untuk keunggulan Madrid.
Gol Valverde sekaligus memperlihatkan pentingnya kedalaman skuad dalam pertandingan dengan intensitas tinggi. Kehadiran pemain pengganti mampu memberikan energi baru ketika tim membutuhkan solusi untuk memecahkan kebuntuan. Situasi pertandingan semakin panas setelah gol tersebut. Aboubakary Koita, yang sebelumnya mencetak gol pembuka AEK Athens, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah akibat kericuhan antarpemain menjelang pertandingan berakhir.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Real Madrid untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Liga Champions. Selain menjaga posisi di papan atas klasemen, hasil tersebut juga memperkuat kepercayaan diri tim. Performa Bellingham, Mbappe, dan Valverde menjadi gambaran bahwa Madrid memiliki sejumlah pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan. Jika konsistensi ini mampu dipertahankan, Los Blancos berpeluang terus bersaing dalam perebutan posisi terbaik pada fase liga musim 2026/2027.











