Lintasbalikpapan.com – Masa depan Lionel Messi bersama Timnas Argentina kembali menjadi perhatian setelah perjalanan panjang La Albiceleste di Piala Dunia 2026. Meski usianya sudah menginjak 39 tahun, kontribusi Messi masih terasa besar dan membuat publik penasaran apakah sang kapten akan melanjutkan karier internasionalnya hingga Copa America 2028.
Namun, Argentina ternyata tidak ingin mengambil keputusan untuk Messi. Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memastikan bahwa pilihan mengenai kelanjutan karier internasional sepenuhnya berada di tangan pemain berjuluk La Pulga tersebut.
Sikap ini menunjukkan bahwa Argentina tidak ingin memaksakan satu pertandingan atau turnamen tertentu kepada Messi. Selama sang megabintang masih merasa nyaman dan memiliki keinginan untuk bermain, pintu Timnas Argentina akan tetap terbuka.
Argentina Serahkan Keputusan kepada Lionel Messi
Messi kembali menunjukkan kualitasnya di Piala Dunia 2026. Dalam turnamen tersebut, ia mencatatkan delapan gol dan empat assist sekaligus membantu Argentina mencapai final. Performa tersebut menjadi bukti bahwa pengalaman dan kualitasnya masih memberikan pengaruh besar meski berada di penghujung karier.
Claudio Tapia mengatakan Messi harus menentukan sendiri apakah dirinya masih ingin mengenakan seragam Argentina pada Copa America 2028. Tidak ada target atau kewajiban yang di berikan federasi kepada sang kapten.
Menurut Tapia, kondisi tersebut sebenarnya bukan hal baru. Menjelang Piala Dunia 2026, masa depan Messi juga sempat di penuhi tanda tanya. Saat itu, sang pemain memilih menjalani semuanya secara bertahap tanpa membuat janji panjang mengenai karier internasionalnya.
Kini situasi serupa kembali terjadi. Argentina memilih menikmati setiap momen selama Messi masih ingin bermain daripada memaksanya mengambil keputusan lebih cepat.
Keputusan tersebut cukup masuk akal mengingat Messi sudah memberikan kontribusi luar biasa selama lebih dari dua dekade. Ia kini tercatat sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional tersebut.
Trofi dan Rekor Messi Membuat Argentina Tak Khawatir
Perjalanan Messi bersama Argentina sudah menghasilkan sejumlah pencapaian penting. Setelah bertahun-tahun menunggu gelar utama bersama tim nasional, ia akhirnya mengangkat trofi Copa America 2021 dan 2024, sebelum membawa Argentina menjadi juara dunia pada 2022.
Prestasi tersebut membuat posisi Messi dalam sejarah sepak bola Argentina semakin sulit digantikan. Bahkan ketika usianya terus bertambah, pengaruhnya terhadap tim masih begitu besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Karena itu, Tapia lebih memilih melihat Messi menikmati sepak bola daripada menetapkan batas waktu kapan sang pemain harus berhenti. Jika Messi merasa tubuh dan pikirannya masih siap bertanding, Argentina akan menyambutnya.
Sebaliknya, jika suatu saat ia memutuskan untuk mengakhiri perjalanan internasional, keputusan tersebut juga akan dihormati. Bagi Argentina, warisan Messi tidak akan ditentukan hanya oleh apakah ia tampil di Copa America 2028 atau tidak.
Argentina Juga Berharap Lionel Scaloni Tetap Bertahan
Selain Messi, Argentina menghadapi pertanyaan besar lainnya mengenai masa depan Lionel Scaloni. Kontrak pelatih berusia 48 tahun itu akan berakhir pada penghujung 2026. Scaloni sebelumnya mengisyaratkan bahwa dirinya perlu mengevaluasi kembali masa depan setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 melalui babak tambahan waktu.
Claudio Tapia secara terbuka berharap Scaloni tetap menjadi pelatih Argentina. Bahkan, ia menggambarkan Scaloni sebagai pilihan utama federasi untuk melanjutkan proyek tim nasional.
Meski demikian, Tapia kembali menunjukkan pendekatan yang sama seperti terhadap Messi. Ia tidak ingin menahan seseorang yang sudah merasa tidak memiliki motivasi atau tidak melihat jalan menuju kesuksesan berikutnya.
Dengan demikian, Argentina kini berada dalam fase menunggu dua keputusan penting. Messi harus menentukan apakah masih ingin melanjutkan petualangan bersama La Albiceleste, sementara Scaloni juga perlu memutuskan apakah siap membawa tim tersebut memasuki era berikutnya.
Jika keduanya memilih bertahan, Argentina tentu akan memiliki fondasi kuat untuk kembali bersaing. Namun jika mereka memilih pergi, federasi harus mulai menyiapkan babak baru tanpa menghapus warisan besar yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.











