Abimanyu Bintang Fermadi Tampil Dominan di Buriram, Double Winner Buka Jalan Menuju Gelar IHTTC 2026

Lintasbalikpapan.com, BURIRAM — Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Abimanyu Bintang Fermadi, menunjukkan kelasnya di pentas balap internasional. Turun di putaran ketiga Idemitsu Honda Thailand Talent Cup (IHTTC) 2026, Abimanyu sukses menyapu bersih dua kemenangan atau double winner di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu-Minggu (1-2/8/2026).

Hasil sempurna tersebut menjadi modal berharga bagi Abimanyu dalam perburuan gelar juara musim 2026. Pebalap lulusan Astra Honda Racing School (AHRS) itu kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 119 poin, unggul 36 poin dari pebalap tuan rumah yang berada di posisi berikutnya.

Pada putaran ketiga ini, AHM menurunkan Giovanni Cornelius Gani untuk mendampingi Abimanyu. Giovanni menggantikan Resky Yusuf yang pada akhir pekan yang sama menjalankan tugas membela Indonesia di ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC).

Abimanyu mengawali akhir pekan dengan hasil cukup menjanjikan. Dalam sesi kualifikasi, ia menempati posisi kelima, sementara Giovanni harus memulai balapan dari posisi ke-15.

TENANG DI TENGAH DRAMA RACE 1
Memulai Race 1 dari barisan tengah pada Sabtu (1/8), Abimanyu langsung menunjukkan kecepatannya dengan merangsek ke kelompok terdepan.

Persaingan berlangsung ketat. Bahkan jalannya balapan sempat dihentikan akibat red flag. Namun kondisi tersebut tidak mengganggu konsentrasi Abimanyu.

Pebalap muda tersebut tetap mampu menjaga ritme dan menjalankan strategi dengan baik hingga akhirnya merebut posisi pertama.

Kemenangan itu menjadi bukti kemampuan Abimanyu dalam menjaga fokus ketika tekanan balapan meningkat.

Sementara itu, Giovanni harus mengakhiri perjuangannya lebih awal setelah terlibat senggolan dengan pebalap lain pada lap pertama. Meski gagal finis, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses adaptasinya di kompetisi internasional.

START DARI POSISI 10, ABIMANYU KEMBALI JUARA
Tantangan lebih berat menanti Abimanyu pada Race 2 yang digelar Minggu (2/8).

Berdasarkan regulasi kompetisi, posisi start ditentukan dari catatan waktu tercepat pada race sebelumnya. Kemenangan di Race 1 membuat Abimanyu harus memulai Race 2 dari posisi ke-10.

Namun posisi tersebut tidak menghalangi langkahnya.

Start dari barisan belakang justru menjadi panggung bagi Abimanyu untuk kembali menunjukkan kemampuan menyalip dan menjaga konsistensi. Perlahan tetapi pasti, ia menembus rombongan hingga kembali masuk ke kelompok depan.

Hingga akhirnya, Abimanyu kembali menyentuh garis finis sebagai pemenang.

Dua kemenangan tersebut sekaligus memastikan dirinya membawa pulang double winner dari Buriram.

Giovanni kembali harus mengakhiri balapan lebih awal setelah terjatuh ketika balapan memasuki lap ke-10.

PUNCAK KLASEMEN MAKIN KOKOH
Tambahan dua kemenangan membuat posisi Abimanyu semakin kuat dalam persaingan perebutan gelar IHTTC 2026.

Dengan koleksi 119 poin, ia kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 36 poin dari pesaing terdekatnya.

Peluang untuk mempertahankan posisi teratas sekaligus merebut gelar juara semakin terbuka karena musim 2026 masih menyisakan tiga seri atau enam balapan.

Abimanyu mengaku bersyukur atas hasil sempurna yang diraihnya di Buriram. Namun, ia menyadari persaingan masih panjang sehingga konsistensi menjadi kunci untuk mempertahankan posisi puncak.

“Saya bersyukur bisa meraih dua kemenangan di Buriram. Persaingan di setiap balapan sangat ketat sehingga saya berusaha fokus, menjalankan strategi tim, dan memanfaatkan setiap peluang. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan tampil lebih baik pada putaran berikutnya. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” ujar Abimanyu.

BUKTI EFEKTIVITAS PEMBINAAN PEBALAP MUDA
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai pencapaian Abimanyu menjadi gambaran dari proses pembinaan pebalap muda yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, balapan tidak hanya membutuhkan kecepatan motor dan kemampuan teknis. Faktor mental, konsentrasi, pengambilan keputusan, serta kemampuan membaca peluang juga menjadi bagian penting untuk meraih hasil maksimal.

“Balapan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga kemampuan menjaga fokus, mengambil keputusan, dan memanfaatkan setiap peluang. Abimanyu mampu menunjukkan kualitas tersebut sepanjang akhir pekan di Buriram,” ujar Andy.

AHM berharap pengalaman yang terus dikumpulkan Abimanyu di kompetisi internasional dapat semakin membentuk mental dan kemampuannya menghadapi tekanan balapan.

Dengan tiga seri tersisa, Abimanyu kini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Double winner di Buriram bukan hanya menambah dua kemenangan, tetapi juga mempertebal ambisinya untuk membawa pulang gelar IHTTC 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *