Lintasbalikpapan.com, KLATEN — Potensi wisata alam di lereng tenggara Gunung Merapi terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Ekowisata Kalitalang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Komitmen tersebut diperkuat dengan diresmikannya Gerbang Ekowisata Kalitalang oleh Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM), Minggu (2/8/2026). Gerbang tersebut diharapkan menjadi identitas baru sekaligus memperkuat pelayanan dan daya tarik destinasi wisata yang dikelola masyarakat setempat.
Program pengembangan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dimulai sejak November 2025 melalui KKN Tematik Satu Hati bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pemerintah wilayah setempat.
Peresmian turut dihadiri Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. dan Bupati Klaten Hemanang Wajar Ismoyo, S.I.Kom.
Gerbang Ekowisata Kalitalang tidak sekadar menjadi penanda kawasan wisata. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas destinasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
Kawasan Kalitalang sendiri menawarkan panorama lereng Gunung Merapi serta kekayaan budaya lokal yang menjadi daya tarik wisata. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk membangun ekowisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Balerante, Sukono, mengatakan keberadaan Yayasan AHM dan UGM memberikan dampak positif terhadap pengembangan wisata di wilayahnya.
“Terima kasih saya ucapkan. Hadirnya Yayasan AHM dan UGM dalam membersamai masyarakat lokal sangat memberikan value. Terbukti kunjungan wisatawan ke Ekowisata Kalitalang terus meningkat sehingga ekonomi lokal terus tumbuh di wilayah kami,” ujar Sukono seusai peresmian.
Desa Balerante sendiri dihuni sekitar 2.000 jiwa. Selain memiliki bentang alam khas lereng Gunung Merapi, desa tersebut juga menyimpan potensi budaya dan ekonomi masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem wisata.
Dari KKN Menuju Desa Mandiri
Pengembangan Ekowisata Kalitalang tidak berhenti pada pembangunan gerbang destinasi. Yayasan AHM bersama UGM juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui penguatan sektor ekowisata, UMKM dan ekonomi kreatif.
Program tersebut dilakukan melalui KKN Tematik Satu Hati, yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, masyarakat, serta pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi desa berdasarkan kebutuhan lokal.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Program KKN mahasiswa kami di Desa Balerante merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat. Kolaborasi yang sudah dilakukan bersama Yayasan AHM dan seluruh stakeholder perlu terus ditingkatkan serta dapat menjadi inspirasi di wilayah lain,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa juga menjadi ruang untuk mempertemukan ide kreatif generasi muda dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Naik Level Lewat Desa Sejahtera Astra
Langkah berikutnya, Yayasan AHM menyiapkan pengembangan Desa Sejahtera Astra (DSA) Balerante sebagai kelanjutan dari program KKN Tematik Satu Hati.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan pembangunan desa merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus kompetensi masyarakat agar semakin mandiri.
“Membangun desa berarti membuka lebih banyak peluang agar setiap generasi dapat tumbuh dan berkarya di tanah kelahirannya. Melalui DSA Balerante, kami meyakini ketika potensi lokal diberdayakan, masyarakatnya akan terlibat aktif mewujudkan perubahan positif bagi kemajuan desanya,” ujar Muhibbuddin.
Melalui DSA Balerante, pemberdayaan masyarakat akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi desa. Program tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
UMKM lokal, pelaku ekonomi kreatif, pengelola wisata hingga masyarakat yang terlibat dalam pelayanan wisata diharapkan dapat memperoleh manfaat dari semakin berkembangnya Ekowisata Kalitalang.
Lebih jauh, pengembangan DSA Balerante ditargetkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat, membuka ruang inovasi, membangun kolaborasi lintas sektor, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, Gerbang Ekowisata Kalitalang menjadi awal dari langkah yang lebih besar. Bukan hanya mempercantik wajah destinasi wisata di lereng Merapi, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju cita-cita membangun desa yang lebih produktif, mandiri, dan mampu tumbuh dengan kekuatan potensi lokalnya sendiri. (*)






