Dulu Menanam Padi Butuh Tenaga Berhari-hari, Kini Petani Kutim Tinggal Tekan Tombol Berkat Bantuan PLN

Lintasbalikpapan.com, KUTIM – Senyum Sugijanto tak bisa disembunyikan saat menyaksikan mesin penggiling padi berbasis listrik mulai beroperasi di Desa Margomulyo, Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur. Bagi Ketua Kelompok Tani itu, kehadiran peralatan modern bukan sekadar bantuan, tetapi harapan baru agar hasil panen yang selama ini diperoleh dengan kerja keras dapat diolah lebih cepat, lebih hemat, dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih baik.

Selama bertahun-tahun, petani di desa tersebut masih mengandalkan cara konvensional dalam menanam hingga mengolah hasil panen. Proses yang memakan waktu, tenaga, dan biaya kini mulai berubah setelah PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) menyerahkan bantuan alat pertanian berbasis listrik melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Rabu (8/7).

Bantuan tersebut terdiri dari tiga unit alat tanam padi, satu unit alat pengering padi, serta satu unit mesin penggiling padi berbasis listrik. Peralatan itu diharapkan mampu mempercepat seluruh proses pertanian, mulai dari penanaman hingga pengolahan hasil panen.

Bagi para petani, perubahan ini bukan hanya soal teknologi. Waktu yang sebelumnya habis untuk pekerjaan berat kini dapat dialihkan untuk meningkatkan produktivitas lahan maupun aktivitas ekonomi lainnya.

“Kehadiran alat pertanian berbasis listrik ini memberikan semangat baru bagi kami. Pekerjaan petani menjadi lebih ringan, terutama saat proses tanam, pengeringan hingga penggilingan hasil panen,” ujar Sugijanto.

Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Melalui bantuan ini kami berharap hasil pertanian masyarakat Desa Margomulyo semakin meningkat karena proses budidaya hingga pengolahan panen menjadi lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan peralatan berbasis listrik,” katanya.

Menurut Jefry, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyerahan bantuan, tetapi juga pada bagaimana kelompok tani mampu mengelola dan merawat seluruh peralatan secara bersama-sama.

“Kami berharap seluruh peralatan dapat dijaga, dirawat, dan dioperasikan dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang sekaligus mendorong kemandirian kelompok tani,” tambahnya.

Dukungan PLN mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung. Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menilai bantuan tersebut menjadi dorongan positif bagi peningkatan produktivitas sektor pertanian di wilayahnya.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN kepada masyarakat Desa Margomulyo. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi pendorong kemajuan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Margomulyo, Syamsudin. Ia berharap seluruh peralatan dapat menjadi aset bersama yang digunakan secara bergiliran, dirawat dengan baik, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok tani.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, Tim TJSL PLN UPP KLT 2 juga memberikan pelatihan mengenai cara pengoperasian dan perawatan seluruh peralatan agar dapat digunakan secara aman, tepat, dan berumur panjang.

Desa Margomulyo sendiri merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Muara Wahau–Sangatta. Melalui Program TJSL, PLN ingin memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak hanya menghadirkan jaringan listrik yang andal, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur, kisah para petani Desa Margomulyo menjadi bukti bahwa listrik tidak hanya menerangi rumah-rumah warga. Ketika dimanfaatkan untuk menggerakkan alat produksi, listrik juga mampu mempercepat kerja, meningkatkan hasil panen, dan menumbuhkan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *