Lintasbalikpapan.com – Prancis kembali menunjukkan mental juara di ajang Piala Dunia 2026. Meski tampil tidak segarang pertandingan sebelumnya, Les Bleus tetap mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay pada babak 16 besar. Hasil ini memastikan langkah tim asuhan Didier Deschamps menuju perempat final sekaligus memperpanjang peluang mereka untuk kembali berburu gelar juara dunia.
Yang menarik, kemenangan kali ini tidak datang dengan cara yang mudah. Paraguay tampil disiplin, bertahan rapat, dan memaksa Prancis mencari berbagai cara untuk membongkar pertahanan mereka. Di tengah pertandingan yang berjalan alot, sosok Kylian Mbappe kembali menjadi pembeda lewat gol penalti yang memastikan kemenangan timnya.
Paraguay Tampil Disiplin, Prancis Dipaksa Keluar dari Zona Nyaman
Banyak yang memperkirakan Prancis bakal menang mudah mengingat performa impresif mereka sejak fase grup. Namun kenyataan di lapangan justru berbeda. Paraguay datang dengan strategi bertahan yang sangat terorganisir sehingga membuat lini depan Prancis kesulitan menemukan ruang.
Sepanjang babak pertama, penguasaan bola memang lebih banyak berada di kaki Prancis. Sayangnya, dominasi tersebut belum mampu di ubah menjadi peluang emas yang benar-benar mengancam gawang Orlando Gill.
Setiap kali Mbappe, Ousmane Dembele, maupun pemain lain mencoba menembus pertahanan, Paraguay selalu berhasil mematahkan serangan sebelum memasuki area berbahaya. Skor 0-0 hingga turun minum menjadi bukti bahwa permainan efektif tidak selalu di tentukan oleh penguasaan bola semata.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa di fase gugur, setiap pertandingan memiliki cerita berbeda. Tim yang di atas kertas lebih unggul tetap bisa di buat kesulitan jika lawan memiliki organisasi permainan yang solid.
Pergantian Pemain dan VAR Jadi Titik Balik Pertandingan
Memasuki babak kedua, Prancis mulai meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang mulai tercipta, termasuk tendangan Manu Kone yang masih mampu diamankan Orlando Gill. Momen penting hadir ketika Didier Deschamps memasukkan Desire Doue pada menit ke-61. Kehadiran pemain muda tersebut langsung memberi energi baru di sektor serang. Pergerakannya yang agresif membuat lini belakang Paraguay mulai kehilangan ritme.
Hanya beberapa menit setelah masuk lapangan, Doue di jatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti. Wasit awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi setelah mendapat tinjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan berubah menjadi penalti untuk Prancis.
Kylian Mbappe yang di percaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangannya sukses mengecoh Orlando Gill dan mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Paraguay yang sebelumnya nyaman bertahan akhirnya di paksa bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan. Kondisi itu membuat pertandingan berubah jauh lebih menarik di banding babak pertama.
Mbappe Kembali Menjadi Penentu, Prancis Punya Modal Besar Menuju Perempat Final
Setelah unggul, Prancis tidak sepenuhnya bermain bertahan. Mereka tetap mencoba memanfaatkan ruang kosong yang mulai terbuka di lini belakang Paraguay. Mbappe beberapa kali memperoleh peluang tambahan, termasuk pada menit-menit akhir pertandingan. Meski gagal menambah gol karena penampilan gemilang Orlando Gill, kontribusinya tetap menjadi faktor utama kemenangan Les Bleus.
Di sisi lain, Paraguay juga sempat memberikan tekanan hingga masa injury time. Namun koordinasi lini belakang Prancis mampu menjaga keunggulan tetap aman sampai peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini menunjukkan satu hal penting. Tim besar tidak selalu harus menang dengan skor telak untuk membuktikan kualitasnya. Justru kemampuan bertahan dalam tekanan, memanfaatkan peluang sekecil apa pun, dan tetap tenang di momen krusial menjadi ciri khas tim yang siap melangkah jauh.
Dengan tiket perempat final sudah di tangan, Prancis kini memiliki modal kepercayaan diri yang besar untuk menghadapi lawan berikutnya. Kehadiran pemain-pemain muda seperti Desire Doue yang mampu memberi dampak instan, di padukan dengan pengalaman Mbappe sebagai pemimpin di lini depan, membuat Les Bleus tetap menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar Piala Dunia 2026.
Apabila mampu menjaga konsistensi permainan dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang, bukan tidak mungkin perjalanan Prancis akan berlanjut hingga partai puncak. Untuk saat ini, kemenangan tipis atas Paraguay menjadi bukti bahwa di turnamen sebesar Piala Dunia, efisiensi sering kali lebih berharga di banding kemenangan dengan skor besar.












