Lintasbalikpapan.com, TORAJA – Perjalanan sejauh 500 kilometer dari Makassar menuju Toraja menjadi panggung pembuktian pertama bagi Yamaha GEAR ULTIMA dalam gelaran GEAR ULTIMATE RIDE CELEBES EXPEDITION 2026. Menyusuri pesisir Sulawesi Selatan hingga menembus “Negeri di Atas Awan” Toraja, skutik multiguna terbaru Yamaha sukses menunjukkan performa impresif di berbagai medan ekstrem.
Etape perdana ini menjadi kelanjutan petualangan pembuktian GEAR ULTIMA setelah sebelumnya sukses menuntaskan perjalanan lebih dari 1.200 kilometer dari Jakarta menuju Bali melalui jalur utara dan selatan Pulau Jawa.
Namun kali ini tantangannya jauh lebih berat.
Mulai dari jalan antarkota berkecepatan tinggi, kawasan pegunungan, jalur berbatu, tanjakan curam hingga lokasi wisata tersembunyi atau hidden gem di Sulawesi Selatan menjadi medan yang harus ditaklukkan oleh GEAR ULTIMA.
Menyusuri Surga Tersembunyi Sulawesi Selatan
Perjalanan dimulai dari Makassar menuju Maros yang menyuguhkan panorama khas Sulawesi Selatan berupa gugusan batuan karst raksasa, garis pantai yang membentang luas, hingga jalan lurus panjang yang menjadi arena ideal untuk menguji performa mesin Blue Core Hybrid 125cc.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Sidrap, rombongan terlebih dahulu singgah di Bukit Maddo, destinasi wisata tersembunyi yang menawarkan pemandangan perbukitan hijau bertingkat layaknya lukisan alam.
Momen tersebut menjadi pembuka sempurna bagi ekspedisi yang tidak hanya menguji kendaraan, tetapi juga mengeksplorasi keindahan Tanah Celebes.
Angkut Hampir 200 Kilogram, GEAR ULTIMA Tetap Mantap
Ujian sesungguhnya datang saat rombongan tiba di Sidrap.
Di tengah hamparan sawah yang luas, Yamaha GEAR ULTIMA ditantang mengangkut hasil panen padi dengan total bobot mendekati 200 kilogram.
Menariknya, skutik ini mampu menjalankan tugas tersebut dengan baik berkat kehadiran handle belakang multiguna yang kokoh dipadukan dengan konstruksi rangka yang kuat.
Pembuktian itu semakin menegaskan bahwa GEAR ULTIMA bukan sekadar kendaraan harian, tetapi juga partner andal untuk berbagai aktivitas produktif masyarakat.
Libas Jalan Batu dan Tanjakan Curam Toraja
Petualangan semakin menantang saat rombongan memasuki kawasan Enrekang hingga Toraja.
Berbagai karakter jalan harus dilalui, mulai dari tikungan panjang, jalan tanah, lintasan berbatu hingga tanjakan ekstrem menuju kawasan wisata Lembah Ollon di Lembang Rano.
Tak berhenti di situ, GEAR ULTIMA juga diuji saat melintasi jalur menuju Buntu Burake dan Buntu Sarira yang terkenal dengan tanjakan curam serta jalan yang membelah tebing batu karst.
Meski menghadapi medan yang tidak mudah, skutik ini tetap tampil lincah berkat dimensi bodi yang proporsional dan penggunaan ban bertapak lebar yang memberikan kestabilan lebih baik.
Menembus Negeri di Atas Awan
Puncak perjalanan etape pertama ditutup dengan ekspedisi menuju Lolai, destinasi wisata yang dijuluki sebagai Negeri di Atas Awan Toraja.
Jalur menuju lokasi tersebut dikenal memiliki tanjakan panjang dan berkelok dengan elevasi yang terus meningkat.
Meski membawa perlengkapan perjalanan selama beberapa hari, mesin Blue Core Hybrid 125cc milik GEAR ULTIMA tetap mampu melahap seluruh tanjakan dengan respons yang halus dan tenaga yang konsisten.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menjelaskan bahwa ekspedisi kali ini memang dirancang sebagai pembuktian menyeluruh terhadap kemampuan GEAR ULTIMA.
“Berbeda dengan GEAR ULTIMATE RIDE sebelumnya, kali ini hadir bukan sekadar perjalanan jarak jauh tetapi juga pembuktian seluruh keunggulan GEAR ULTIMA. Mulai dari performa mesin Blue Core Hybrid 125cc di tanjakan ekstrem, fitur praktis yang memudahkan aktivitas, hingga teknologi canggih yang hadir pada varian terbaru. Sulawesi dipilih karena memiliki kombinasi jalur yang lengkap sehingga sangat ideal untuk menguji kemampuan kendaraan ini,” ujarnya.
Bukan Sekadar Touring, Tapi Pembuktian Nyata
Salah satu peserta ekspedisi, Dean Prayuda, mengaku terkesan dengan performa GEAR ULTIMA sepanjang perjalanan dari Makassar hingga Toraja.
“Makassar-Toraja sangat cocok menjadi etape pembuka karena benar-benar menunjukkan karakter asli GEAR ULTIMA yang kuat dan mantap untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Selain bisa melintasi medan ekstrem menuju hidden gem, motor ini juga sangat praktis membawa banyak perlengkapan perjalanan berkat handle belakang multigunanya,” ungkap Dean.
Selain menghadirkan tantangan berkendara yang seru, perjalanan ini juga memperkenalkan kekayaan budaya Toraja yang masih terjaga melalui destinasi ikonik seperti Londa dan Kete Kesu.
Petualangan Masih Panjang
Keberhasilan menuntaskan etape pertama menjadi modal penting bagi Yamaha GEAR ULTIMA untuk menghadapi perjalanan berikutnya di Pulau Sulawesi.
Dengan kombinasi mesin Blue Core Hybrid 125cc, bagasi luas 18,6 liter, tangki 5,1 liter, fitur Double Hook, Smart Key System, serta berbagai teknologi modern lainnya, GEAR ULTIMA kembali membuktikan dirinya sebagai skutik multiguna yang siap menemani berbagai aktivitas dan petualangan keluarga muda Indonesia.
Dan jika etape pertama sudah mampu menaklukkan pesisir Sulawesi hingga pegunungan Toraja, perjalanan berikutnya dipastikan akan menjadi pembuktian yang lebih seru lagi. (*)












