Lintasbalikpapan.com – Kepulangan Ramadhan Sananta ke kompetisi sepak bola Indonesia menjadi salah satu kabar yang menarik perhatian menjelang bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Penyerang berusia 23 tahun tersebut resmi berseragam Persebaya Surabaya setelah mengakhiri petualangannya bersama DPMM FC di Liga Super Malaysia.
Langkah ini bukan sekadar perpindahan klub biasa. Banyak pihak menilai bahwa keputusan kembali ke Indonesia dapat menjadi awal baru bagi karier sang pemain yang dalam beberapa musim terakhir mengalami pasang surut performa.
Reuni dengan Bernardo Tavares Jadi Harapan Baru
Persebaya memberikan kesempatan bagi Ramadhan Sananta untuk kembali bekerja sama dengan Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu memiliki peran besar dalam perkembangan karier Sananta ketika keduanya berada di PSM Makassar pada musim 2022/2023.
Saat itu, nama Ramadhan Sananta belum begitu dikenal di level tertinggi sepak bola nasional. Namun, di bawah arahan Tavares, pemain asal Kepulauan Riau tersebut mampu menunjukkan kualitasnya sebagai striker masa depan Indonesia.
Bersama PSM Makassar, Sananta mencatatkan 11 gol dan dua assist dari 28 pertandingan. Kontribusi tersebut membantu namanya semakin dikenal sekaligus membuka jalan menuju Timnas Indonesia. Kedekatan dan pemahaman yang sudah terbangun antara pemain dan pelatih menjadi modal penting bagi Persebaya untuk mendapatkan performa terbaik dari sang penyerang pada musim mendatang.
Petualangan di Malaysia Belum Sesuai Ekspektasi
Sebelum berlabuh di Surabaya, Ramadhan Sananta sempat mencoba tantangan baru bersama DPMM FC. Sayangnya, perjalanan di Liga Super Malaysia tidak berjalan semulus yang di harapkan.
Sepanjang musim, ia tampil dalam 27 pertandingan di berbagai ajang. Namun, produktivitasnya masih belum maksimal dengan torehan empat gol dan dua assist. Catatan tersebut membuat DPMM FC memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama pada musim berikutnya.
Sebelumnya, ketika membela Persis Solo selama dua musim, produktivitas Sananta juga mengalami penurunan. Dari total 58 pertandingan, ia menghasilkan 16 gol dan tiga assist.
Meski demikian, usia yang masih relatif muda membuat peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar. Pengalaman bermain di luar negeri juga dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi persaingan di kompetisi domestik.
Ramadhan Sananta Tetap Menjadi Aset Berharga Timnas Indonesia
Terlepas dari naik turunnya performa di level klub, Ramadhan Sananta masih menjadi salah satu penyerang lokal yang memiliki pengalaman internasional cukup lengkap. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia di berbagai turnamen penting, mulai dari Piala AFF, Piala Asia hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kepercayaan yang di berikan sejumlah pelatih tim nasional menunjukkan bahwa kualitas Sananta masih diperhitungkan. Meski sempat tidak masuk dalam daftar pemain pada FIFA Matchday terakhir, peluang untuk kembali mengenakan seragam Merah Putih masih terbuka.
Menurut Sapto Nugroho, sosok yang pertama kali membina Sananta di PPLP Riau, penurunan performa seorang pemain merupakan hal yang wajar dalam dunia sepak bola. Faktor pelatih, lingkungan klub, hingga dukungan rekan setim sangat memengaruhi perkembangan seorang pemain.
Bergabungnya Ramadhan Sananta dengan Persebaya Surabaya pun di nilai sebagai momentum penting untuk menemukan kembali ketajamannya. Reuni bersama Bernardo Tavares dapat menjadi kombinasi yang tepat agar sang bomber kembali tampil produktif dan menjadi andalan, baik di level klub maupun Timnas Indonesia.
Dengan usia yang masih muda serta pengalaman yang terus bertambah, perjalanan Ramadhan Sananta di Persebaya musim 2025/2026 layak di nantikan. Publik sepak bola Indonesia tentu berharap penyerang kelahiran 27 November 2002 tersebut mampu kembali menunjukkan performa terbaiknya dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu striker lokal paling potensial di Tanah Air.












