Lintasbalikpapan.com – Perjalanan Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026 memasuki fase penentuan. Garuda Muda kini berada dalam situasi yang tidak mudah setelah hasil berbeda dalam dua pertandingan awal Grup B. Meski begitu, peluang untuk melangkah ke babak berikutnya masih terbuka.
Indonesia sebelumnya sukses mencuri perhatian lewat kemenangan tipis 1-0 atas China U-17 pada laga pembuka. Hasil tersebut sempat memunculkan optimisme besar dari para pendukung sepak bola nasional. Namun, langkah Garuda Muda kemudian tersendat setelah kalah 0-2 dari Qatar U-17.
Kekalahan itu membuat posisi Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup B dengan koleksi tiga poin. Situasi ini membuat laga terakhir melawan Jepang U-17 menjadi pertandingan hidup dan mati bagi skuad muda Merah Putih.
Pertandingan penting tersebut akan digelar di King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah, pada Selasa malam WIB. Tantangan yang dihadapi jelas tidak ringan karena Jepang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola usia muda di Asia.
Meski berada dalam tekanan, Timnas Indonesia U-17 masih memiliki kesempatan menciptakan kejutan. Semangat juang dan mental bertanding menjadi faktor penting yang akan menentukan nasib mereka di turnamen ini.
Kurniawan Minta Pemain Timnas Indonesia U-17 Bangkit
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan bahwa timnya belum menyerah meski harus menghadapi lawan kuat seperti Jepang. Menurutnya, sepak bola selalu menghadirkan kemungkinan yang sulit diprediksi selama pertandingan belum berakhir.
Kurniawan memahami kualitas Jepang yang berada satu level di atas banyak tim Asia lainnya. Namun, ia meminta para pemain Garuda Muda untuk tidak kehilangan semangat setelah kekalahan dari Qatar.
Fokus utama tim pelatih saat ini adalah mengembalikan mental pemain agar tetap percaya diri menghadapi laga penentuan. Tekanan besar memang ada, tetapi peluang lolos masih terbuka jika Indonesia mampu tampil disiplin dan efektif sepanjang pertandingan.
Selain itu, dukungan masyarakat Indonesia juga dianggap memiliki pengaruh besar terhadap motivasi pemain muda. Dalam turnamen kelompok umur, mental dan keberanian sering kali menjadi pembeda saat menghadapi lawan yang lebih di unggulkan.
Kurniawan juga menekankan pentingnya perjuangan hingga menit terakhir. Baginya, hasil akhir bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana pemain menunjukkan karakter dan perkembangan permainan mereka di level internasional.
Jepang U-17 Datang dengan Status Favorit Grup
Di sisi lain, Jepang U-17 tampil sangat meyakinkan sepanjang fase grup. Tim berjuluk Samurai Biru itu berhasil menyapu bersih dua laga awal dan kini memimpin klasemen Grup B dengan enam poin.
Jepang membuka turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Qatar U-17 sebelum kembali meraih hasil positif dengan menundukkan China U-17 2-1. Catatan tersebut membuat mereka hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak perempat final.
Secara sejarah, Jepang memang memiliki tradisi kuat di ajang Piala Asia U-17. Mereka sudah empat kali menjadi juara dan dikenal konsisten melahirkan pemain muda berkualitas yang mampu bersaing di level dunia. Dominasi Jepang tentu menjadi tantangan berat bagi Indonesia. Namun, laga terakhir fase grup sering menghadirkan kejutan karena faktor tekanan dan motivasi setiap tim berbeda-beda.
Jika Garuda Muda mampu tampil tanpa rasa takut dan memanfaatkan peluang dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia memberikan perlawanan sengit kepada sang favorit grup. Pertandingan ini pun di prediksi menjadi salah satu laga paling menarik di Grup B karena menentukan nasib Indonesia menuju Piala Dunia U-17 2026.
Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia kini sangat di butuhkan agar para pemain muda mampu tampil percaya diri dan memberikan hasil terbaik untuk Merah Putih.











