Lintasbalikpapan.com – PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan penting saat menghadapi Malut United pada lanjutan Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (10/5/2026), tim berjuluk Laskar Mataram itu menang meyakinkan dengan skor 2-0.
Pertandingan berlangsung cukup sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil agresif dan mencoba mengambil kendali permainan. Malut United sempat terlihat lebih dominan pada awal laga melalui beberapa peluang berbahaya yang membuat lini pertahanan PSIM harus bekerja keras.
Namun, perlahan tuan rumah mulai menemukan ritme permainan. Memasuki pertengahan babak pertama, PSIM tampil lebih percaya diri dan mampu memberikan tekanan balik kepada pertahanan Malut United. Duel lini tengah pun menjadi kunci jalannya pertandingan yang berlangsung ketat.
Drama Menjelang Turun Minum Jadi Titik Balik Pertandingan
Momen penting terjadi menjelang berakhirnya babak pertama. Situasi panas di area pertahanan Malut United membuat pertandingan semakin emosional. Wasit akhirnya mengeluarkan kartu merah untuk pemain Malut United, Wbeymar Angulo Mosquera, setelah pelanggaran yang dinilai merugikan tim lawan.
Keputusan tersebut langsung mengubah arah pertandingan. Tidak lama setelah kartu merah diberikan, PSIM mendapat hadiah penalti. Ze Valente yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa PSIM unggul 1-0 sebelum jeda.
Gol tersebut memberikan suntikan semangat besar bagi skuad asuhan Jean-Paul van Gastel. Dukungan suporter yang memadati stadion juga membuat permainan PSIM semakin percaya diri memasuki babak kedua.
Meski bermain dengan 10 orang, Malut United tetap mencoba memberikan perlawanan. Mereka beberapa kali membangun serangan cepat untuk mencari gol penyeimbang. Akan tetapi, organisasi pertahanan PSIM tampil disiplin dan sulit ditembus.
PSIM Yogyakarta Amankan Tiga Poin dan Naik Kepercayaan Diri
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, intensitas laga masih cukup tinggi. Malut United terus mencoba menekan demi mencuri poin, tetapi PSIM justru mampu memanfaatkan celah di lini belakang lawan.
Saat pertandingan memasuki masa injury time babak kedua, Irfan sukses menggandakan keunggulan PSIM. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah sekaligus mengunci tiga poin penting di kandang sendiri.
Hasil ini membuat PSIM Yogyakarta kini mengoleksi 42 poin dari 32 pertandingan dan bertengger di posisi ke-11 klasemen sementara Super League 2025/2026. Tambahan poin ini menjadi modal penting bagi PSIM untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen pada sisa musim.
Di sisi lain, Malut United harus puas tertahan di papan atas dengan raihan 52 poin. Jumlah tersebut sama dengan koleksi Persebaya Surabaya, sehingga persaingan di zona atas klasemen semakin menarik untuk diikuti.
Kemenangan atas Malut United juga menunjukkan bahwa PSIM mulai menemukan konsistensi permainan mereka. Kombinasi pertahanan yang solid dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor utama keberhasilan Laskar Mataram pada laga kali ini.
Jika mampu menjaga performa seperti ini, bukan tidak mungkin PSIM akan menjadi salah satu tim yang sulit di kalahkan pada pertandingan-pertandingan berikutnya di kompetisi Super League musim ini.









