Lintasbalikpapan.com – Dunia sepak bola Asia Tenggara berpotensi memasuki era baru setelah muncul bocoran mengenai format FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini disebut tidak lagi memakai sistem lama seperti Piala AFF yang sudah dikenal selama bertahun-tahun. FIFA di kabarkan menyiapkan kompetisi dengan konsep lebih modern dan kompetitif.
Informasi mengenai ajang tersebut mulai ramai di bicarakan usai Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, pada akhir April 2026. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah pembagian peserta ke dalam dua divisi berbeda berdasarkan kekuatan tim dan ranking FIFA terbaru.
Jika benar terealisasi, FIFA ASEAN Cup 2026 akan di ikuti oleh 14 negara. Tidak hanya negara Asia Tenggara, turnamen ini juga melibatkan tim undangan dari luar ASEAN seperti China dan India. Kehadiran dua negara tersebut di prediksi membuat persaingan semakin panas sekaligus meningkatkan kualitas pertandingan.
Indonesia sendiri di sebut mendapat kesempatan penting sebagai tuan rumah Divisi 1 pada edisi perdana turnamen ini. Hal tersebut tentu menjadi kabar baik bagi pecinta sepak bola Tanah Air karena Timnas Indonesia berpeluang tampil di hadapan pendukung sendiri dalam kompetisi berskala internasional.
Sementara itu, Hong Kong di kabarkan akan menjadi penyelenggara Divisi 2. Pembagian kasta ini di nilai sebagai langkah FIFA untuk menciptakan pertandingan yang lebih seimbang antarnegara peserta.
Pembagian Divisi FIFA ASEAN Cup 2026 dan Persaingan yang Lebih Kompetitif
Berdasarkan bocoran dokumen yang beredar, Divisi 1 akan diisi delapan negara yang di anggap memiliki kekuatan terbaik di kawasan dan Asia. Negara-negara tersebut di perkirakan terdiri dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura, China, dan India.
Kehadiran China dan India jelas memberikan nuansa baru dalam persaingan sepak bola ASEAN. Selama ini, turnamen regional biasanya hanya diikuti negara-negara Asia Tenggara. Dengan tambahan dua negara besar Asia tersebut, kualitas kompetisi diprediksi meningkat secara signifikan.
Di sisi lain, Divisi 2 akan di isi enam negara, yakni Hong Kong, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Meski memakai sistem dua kasta, kabarnya FIFA belum akan menerapkan promosi dan degradasi pada edisi pertama turnamen.
Format pertandingan juga mengalami perubahan cukup drastis. Setelah fase grup selesai, tidak akan ada babak semifinal seperti yang biasa terjadi di Piala AFF. Juara dari masing-masing grup langsung bertemu di partai final untuk menentukan juara.
Sistem ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat penting. Tim tidak memiliki banyak kesempatan memperbaiki kesalahan karena jumlah laga yang di mainkan relatif sedikit. Di perkirakan setiap negara hanya menjalani dua hingga empat pertandingan sepanjang turnamen.
Konsep seperti ini di nilai lebih efektif karena dapat menjaga kondisi pemain dan tidak mengganggu jadwal kompetisi domestik masing-masing negara.
Jadwal Singkat dengan Hadiah Bernilai Fantastis
FIFA ASEAN Cup 2026 di rencanakan berlangsung pada kalender resmi FIFA Matchday, tepatnya mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026. Pemilihan jadwal tersebut di anggap sebagai solusi agar klub-klub tidak keberatan melepas pemainnya ke tim nasional.
Walau berlangsung singkat, turnamen ini di sebut memiliki nilai hadiah yang sangat besar. Juara Divisi 1 di kabarkan akan mendapatkan hadiah mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp17,3 miliar.
Nominal tersebut tentu jauh lebih besar di banding beberapa turnamen regional sebelumnya. Besarnya hadiah di yakini menjadi salah satu cara FIFA untuk meningkatkan gengsi kompetisi sekaligus menarik perhatian publik internasional terhadap sepak bola Asia Tenggara.
Selain faktor hadiah, format baru ini juga bisa menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di kawasan ASEAN. Negara-negara peserta akan menghadapi lawan dengan kualitas lebih beragam sehingga dapat meningkatkan pengalaman bertanding para pemain.
Meski begitu, hingga saat ini FIFA masih belum memberikan pengumuman resmi terkait regulasi lengkap maupun format final kompetisi. Informasi detail mengenai jadwal dan aturan pertandingan di sebut baru akan di umumkan paling lambat pada 1 Juni 2026.
Publik sepak bola Asia Tenggara kini menunggu kepastian apakah FIFA ASEAN Cup 2026 benar-benar akan menjadi revolusi baru bagi kompetisi regional di kawasan ini.











