PLN Bangun “Jalur Penyelamat” Listrik Kaltim–Kalsel, Risiko Padam Bakal Ditekan!

Lintasbalikpapan.com, PASER – Di tengah panas dan hiruk aktivitas pembangunan di Gardu Induk (GI) 150 kV Grogot, Kabupaten Paser, para pekerja PLN tengah menjalankan misi besar yang jarang terlihat publik: membangun “jalur penyelamat” listrik untuk Kalimantan.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) kini mempercepat pembangunan Extension 2 Line Bay arah GI Sei Durian. Proyek ini menjadi bagian penting untuk memperkuat sistem interkoneksi listrik antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Bukan sekadar proyek biasa, pembangunan ini disiapkan sebagai jalur alternatif agar sistem kelistrikan tidak lagi bergantung pada satu jalur utama saja.

Saat ini, pasokan listrik antarprovinsi masih banyak bertumpu pada jalur GI Tanjung menuju GI Kuaro. Jika terjadi gangguan di jalur tersebut, risiko padam bisa meluas.

Karena itu, PLN menghadirkan koneksi baru dari GI Grogot menuju GI Sei Durian sebagai “backup system” yang akan menjaga pasokan tetap stabil.

Di lapangan, pekerjaan kini memasuki tahap paling krusial: erection dan installation. Ratusan perangkat penting mulai dipasang, mulai dari Disconnecting Switch (DS), Circuit Breaker (CB), Current Transformer (CT), Capacitive Voltage Transformer (CVT), hingga Lightning Arrester (LA).

Setiap komponen dipasang dengan tingkat presisi tinggi. Bahkan, pemasangan konduktor busbar yang kini berlangsung disebut sebagai “urat nadi” penyalur daya listrik antarwilayah.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyebut proyek ini sebagai jawaban atas kebutuhan listrik Kalimantan yang terus meningkat.

“Kami sedang membangun jalur alternatif yang kuat. Jika terjadi gangguan di satu jalur, sistem tetap bisa disokong dari jalur lain sehingga risiko padam dapat diminimalisir,” tegasnya.

Sementara itu, Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan bahwa proyek ini membutuhkan ketelitian tinggi dan standar keselamatan ketat.

“Mulai dari struktur baja hingga pemasangan peralatan sensitif seperti CB dan CT, semua dilakukan dengan perhitungan detail. Tim bekerja memastikan setiap tahapan aman sebelum nantinya dilakukan energize,” jelasnya.

Proyek yang dikerjakan oleh KSO Usaha Bakti Perkasa – PT Mahameru Energi Semesta ini terus menunjukkan progres positif sejak dimulai pada pertengahan April 2026.

Lebih dari sekadar menambah aset PLN, proyek ini menjadi simbol komitmen menghadirkan listrik stabil tanpa kedip, demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan hidup masyarakat Kalimantan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *