Lintasbalikpapan.com – Laga panas antara Persebaya Surabaya dan Arema FC kembali menyita perhatian pecinta sepak bola Tanah Air. Pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (28/4/2026), awalnya berjalan cukup ketat. Babak pertama berakhir tanpa gol, dengan kedua tim saling jual beli serangan namun belum mampu memecah kebuntuan.
Memasuki babak kedua, tempo permainan berubah drastis. Persebaya tampil lebih agresif dan efektif dalam memanfaatkan peluang. Strategi yang diterapkan pelatih Bernardo Tavares terbukti ampuh untuk membongkar pertahanan Singo Edan yang mulai kehilangan fokus.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-49 melalui skema serangan rapi dari sisi kanan. Umpan matang Mihailo Perovic berhasil diselesaikan dengan baik oleh Francisco Rivera. Gol ini menjadi titik balik yang membuat Persebaya semakin percaya diri.
Momentum, VAR, dan Gol Beruntun Persebaya
Setelah kebobolan, Arema FC mencoba bangkit. Mereka sempat mencetak gol melalui tandukan Vinicius hanya satu menit berselang. Namun harapan tersebut pupus karena wasit menganulir gol akibat posisi offside dalam proses serangan.
Persebaya kemudian mendapatkan peluang emas di menit ke-74 setelah pelanggaran di kotak penalti terhadap Rivera. Wasit Thoriq Alkatiri sempat mengecek VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih. Bruno Moreira yang dipercaya sebagai algojo gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna. Namun situasi tersebut masih menguntungkan Persebaya setelah bola rebound berhasil dimanfaatkan Jeffersin Da Silva menjadi gol kedua.
Keunggulan tersebut semakin melebar di menit ke-82. Rivera kembali menjadi bintang dengan mencetak gol keduanya lewat tendangan melengkung yang sulit di jangkau kiper Arema. Dominasi Persebaya semakin tak terbendung.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-87 Alfredo Tata turut mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Rivera. Gol ini menutup pesta kemenangan Persebaya dengan skor telak 4-0.
Dampak Kemenangan dan Situasi Klasemen
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin bagi Persebaya, tetapi juga menjadi pernyataan kuat dalam persaingan papan atas Super League. Tambahan poin membuat Bajul Ijo kini mengoleksi 51 poin dan bertengger di posisi keempat klasemen sementara.
Sebaliknya, hasil buruk ini menjadi pukulan bagi Arema FC yang harus tertahan di posisi ke-10 dengan 39 poin. Inkonsistensi performa menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim Singo Edan jika ingin kembali bersaing di papan atas.
Di sisi lain, pertandingan ini juga sempat di warnai ketegangan di menit-menit akhir. Terjadi insiden saling dorong antar pemain yang menunjukkan tingginya tensi rivalitas kedua tim. Meski begitu, situasi berhasil di kendalikan tanpa eskalasi lebih lanjut.
Secara keseluruhan, Persebaya menunjukkan kualitas permainan yang solid, terutama di babak kedua. Efektivitas serangan, disiplin taktik, serta kontribusi individu pemain seperti Francisco Rivera menjadi kunci utama kemenangan besar ini.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, hasil ini tentu semakin menambah panasnya persaingan menuju akhir musim. Persebaya kini semakin dekat dengan zona papan atas, sementara Arema harus segera bangkit jika tidak ingin tertinggal lebih jauh.












