Lintasbalikpapan.com – Pertandingan antara Persija Jakarta dan Bhayangkara FC menghadirkan drama tinggi yang sulit dilupakan. Dalam lanjutan Super League Indonesia, Persija harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 2-3, meski sempat tampil menjanjikan di awal laga.
Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Persija langsung mengejutkan lawan dengan gol cepat di menit pertama. Skema serangan rapi yang dibangun sejak kickoff berbuah manis setelah umpan matang dari Allano berhasil disundul dengan sempurna oleh Rayhan Hanan. Gol kilat ini memberi sinyal bahwa Persija datang dengan ambisi besar.
Namun, Bhayangkara FC bukan tanpa perlawanan. Perlahan mereka menemukan ritme permainan hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Moussa Sidibe di menit ke-28. Skor 1-1 bertahan hingga jeda, menandakan duel berjalan cukup seimbang.
Kartu Merah Jadi Titik Balik, Persija Kehilangan Kendali
Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis bagi Persija. Baru beberapa menit berjalan, Jordi Amat harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua. Insiden pelanggaran terhadap TM Ichsan membuat Persija dipaksa bermain dengan 10 pemain.
Kehilangan satu pemain jelas memengaruhi keseimbangan tim. Meski begitu, secara mengejutkan Persija justru mampu kembali unggul. Tendangan bebas dari Fabio Calonego di menit ke-61 meluncur deras ke gawang, membuat skor berubah menjadi 2-1.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bhayangkara FC memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil di menit ke-85 lewat gol Dendy Sulistyawan yang kembali menyamakan kedudukan.
Gol Injury Time Hancurkan Harapan Persija Jakarta
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Bhayangkara FC menunjukkan mentalitas juara. Pada masa injury time, Moussa Sidibe kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan setelah menerima umpan dari I Putu Gede Juni Antara.
Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Bhayangkara FC sekaligus memperpanjang tren positif mereka di kompetisi. Tim asuhan Paul Munster kini mencatatkan enam kemenangan beruntun, menunjukkan konsistensi yang patut diperhitungkan.
Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan bagi Persija. Meski masih bertahan di papan atas klasemen dengan 52 poin, performa mereka tengah menurun setelah gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir. Situasi ini tentu menjadi alarm bagi tim untuk segera berbenah jika ingin tetap bersaing di jalur juara.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola tak hanya soal strategi, tetapi juga mental dan momentum. Bhayangkara FC mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun, sementara Persija harus belajar dari kesalahan, terutama dalam menjaga disiplin di lapangan.











