5 Bintang Sepakbola yang Jadi Ampas di Liga Inggris: Datang Bak Raja, Pulang Tinggal Nama!

Lintasbalikpapan.com – Kompetisi Premier League dikenal sebagai salah satu liga paling kompetitif di dunia. Intensitas permainan yang tinggi, tekanan suporter, serta tuntutan performa membuat banyak pemain Bintang Sepakbola harus berjuang keras untuk beradaptasi.

Menariknya, status pemain bintang ternyata tidak selalu menjamin kesuksesan di Inggris. Beberapa nama besar yang sebelumnya bersinar di liga lain justru kesulitan menunjukkan performa terbaiknya ketika bermain di klub-klub Inggris.

Faktor kegagalan pun beragam. Ada yang kesulitan menyesuaikan gaya bermain, mengalami tekanan mental, hingga masalah di luar lapangan. Berikut beberapa pemain top dunia yang pernah digadang-gadang akan bersinar, tetapi justru tampil jauh dari ekspektasi saat berkarier di Premier League.

5 Bintang Sepakbola yang Jadi Ampas di Liga Inggris

1.     Adrian Mutu

Nama Adrian Mutu sebenarnya sempat di gadang sebagai striker tajam ketika bergabung dengan Chelsea F.C. pada awal 2000-an. Ia datang dengan reputasi bagus dari Serie A dan di harapkan menjadi mesin gol baru bagi The Blues.

Namun perjalanan kariernya di London tidak berlangsung lama. Dalam 27 pertandingan, Mutu hanya mencetak tujuh gol sebelum kariernya berakhir dengan cara yang mengejutkan. Ia di pecat oleh Chelsea setelah terbukti menggunakan kokain.

Ironisnya, Mutu justru memiliki catatan impresif bersama Timnas Rumania. Ia mencetak 35 gol dari 77 penampilan dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah negaranya bersama legenda Gheorghe Hagi. Kisah Mutu menjadi contoh bagaimana masalah di luar lapangan bisa menghancurkan karier pemain berbakat.

2.     Andriy Shevchenko

Ketika Andriy Shevchenko di datangkan oleh Chelsea pada tahun 2006, banyak yang percaya bahwa Premier League akan kedatangan salah satu striker terbaik dunia. Sebelumnya, Shevchenko sudah meraih berbagai prestasi bersama AC Milan, termasuk gelar UEFA Champions League dan penghargaan Ballon d’Or.

Namun kenyataannya jauh dari harapan. Dalam 48 pertandingan liga, Shevchenko hanya mampu mencetak sembilan gol. Ia akhirnya dipinjamkan kembali ke AC Milan sebelum pulang ke klub lamanya, FC Dynamo Kyiv.

3.     Robinho

Cerita serupa juga dialami Robinho ketika di rekrut oleh Manchester City F.C. dari Real Madrid pada 2008 dengan harga fantastis saat itu. Meski di gadang sebagai bintang baru klub, Robinho hanya mencetak 14 gol dalam 41 laga Premier League.

Padahal di level internasional, Robinho tampil cukup impresif bersama Brazil national football team dengan lebih dari 100 penampilan. Hal ini semakin menegaskan bahwa adaptasi di Premier League bukanlah perkara mudah.

4.     Diego Forlan

Nama Diego Forlán mungkin di kenal sebagai salah satu striker terbaik Uruguay. Ia bahkan meraih penghargaan pemain terbaik di 2010 FIFA World Cup setelah tampil luar biasa.

Namun saat bermain untuk Manchester United F.C., performanya jauh dari kata konsisten. Dalam 63 pertandingan Premier League, Forlan hanya mampu mencetak 10 gol. Setelah meninggalkan Inggris, kariernya justru kembali bersinar ketika bermain di Spanyol.

5.     Angel Di Maria

Sementara itu, Ángel Di María juga sempat menjadi transfer mahal Manchester United. Datang dari Real Madrid dengan status bintang besar, ia awalnya menunjukkan potensi menjanjikan. Sayangnya hubungan dengan pelatih Louis van Gaal tidak berjalan baik. Performa Di Maria menurun dan ia akhirnya di jual ke Paris Saint-Germain F.C. hanya setelah satu musim di Old Trafford.

Kisah para pemain ini menjadi bukti bahwa Premier League adalah panggung yang keras. Reputasi besar tidak selalu menjamin kesuksesan, karena yang paling menentukan adalah kemampuan beradaptasi dengan tempo dan tekanan sepak bola Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *