Lintasbalikpapan.com – Perjalanan klub Indonesia, Dewa United, di kompetisi Asia musim ini harus terhenti setelah hasil imbang 2-2 melawan Manila Digger pada leg kedua perempatfinal AFC Challenge League. Pertandingan yang berlangsung di Sports Centre Kelapa Dua pada Kamis malam tersebut menghadirkan drama hingga menit akhir.
Meski tampil penuh semangat di hadapan pendukung sendiri, Banten Warriors akhirnya harus mengakui keunggulan wakil Filipina tersebut dengan agregat 2-3. Hasil ini sekaligus menutup langkah Dewa United yang sebelumnya berharap mampu melaju lebih jauh di kompetisi Asia. Laga ini menjadi bukti bahwa sepak bola Asia Tenggara semakin kompetitif. Baik Dewa United maupun Manila menunjukkan kualitas permainan yang tinggi sepanjang dua leg pertandingan.
Awal Pertandingan: Ambisi Gol Cepat Justru Berbuah Petaka
Memasuki pertandingan leg kedua, Dewa United berada dalam posisi tertinggal setelah kalah 0-1 pada pertemuan pertama. Kondisi tersebut memaksa tim asuhan Banten Warriors untuk langsung tampil agresif sejak menit awal.
Serangan demi serangan coba di bangun melalui pergerakan kreatif Egy Maulana Vikri di sisi sayap. Namun upaya tersebut justru membuka celah bagi tim tamu untuk melakukan serangan balik cepat. Gol pembuka akhirnya datang dari pemain Manila Digger, Pa Ousman Gai pada menit ke-35. Ia memanfaatkan umpan terobosan dari Modou Joof sebelum melewati penjaga gawang Sonny Stevens yang keluar dari sarangnya. Dengan tenang, Gai melepaskan tembakan yang menggetarkan jala gawang tuan rumah.
Gol tersebut membuat Dewa United semakin tertekan karena mereka kini tertinggal agregat 0-2. Hingga turun minum, skor 1-0 untuk Manila Digger tetap bertahan.
Babak Kedua: Harapan Dewa United Sempat Kembali Hidup
Memasuki babak kedua, situasi semakin sulit bagi Dewa United. Pada menit ke-52, Manila Digger kembali memperlebar keunggulan lewat sundulan tajam Modou Joof yang memanfaatkan tendangan bebas dari Kenji Nishioka.
Gol tersebut membuat agregat berubah menjadi 3-0 untuk tim tamu, sebuah situasi yang terlihat hampir mustahil untuk dibalikkan. Namun Dewa United menunjukkan mentalitas pantang menyerah.
Kebangkitan mulai terlihat pada menit ke-66 ketika bek tangguh Damien Lowe berhasil menanduk sepak pojok yang di kirimkan oleh Egy Maulana Vikri. Bola meluncur deras ke gawang yang di jaga Omar Njie dan mengubah skor menjadi 1-2.
Gol tersebut menjadi momentum penting yang membangkitkan semangat para pemain Dewa United. Dukungan suporter di stadion semakin memacu tim tuan rumah untuk terus menekan pertahanan Manila.
Drama Akhir Pertandingan dan Pelajaran Berharga bagi Dewa United
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81. Serangan yang kembali di bangun dari sisi sayap oleh Egy menghasilkan umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti. Tembakan jarak dekat dari Vinicius Duarte memang sempat di tepis Omar Njie, namun bola liar langsung di sambar Damien Lowe untuk mencetak gol keduanya di laga ini.
Skor berubah menjadi 2-2 dan stadion bergemuruh oleh sorakan penonton. Meski demikian, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Dewa United untuk mencetak gol tambahan yang mereka butuhkan untuk membalikkan keadaan.
Hingga peluit panjang di bunyikan, skor tetap bertahan imbang. Dengan hasil tersebut, Manila Digger memastikan tiket ke semifinal AFC Challenge League dengan agregat 3-2. Mereka selanjutnya akan menghadapi klub Kamboja, Preah Khan Reach Svay Rieng yang sebelumnya menyingkirkan Phnom Penh Crown.
Bagi Dewa, kegagalan ini tentu menjadi bahan evaluasi penting. Meski tersingkir, performa mereka sepanjang turnamen menunjukkan bahwa klub Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level Asia. Dengan pengalaman yang di dapat musim ini, bukan tidak mungkin Banten Warriors akan kembali tampil lebih kuat pada kompetisi internasional berikutnya.












