Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menyoroti kembali maraknya aktivitas anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), serta pengamen di sejumlah persimpangan lampu merah selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun tersebut memerlukan langkah penanganan yang lebih terstruktur dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan agar tidak terus berulang.
Yono mengatakan, dalam waktu dekat DPRD bersama instansi terkait akan melakukan operasi terpadu untuk menertibkan aktivitas anak jalanan dan pengamen yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan operasi bersama dengan Dishub dan Satpol PP. Tujuannya untuk menertibkan anak jalanan, pengamen, serta memastikan situasi di Kota Balikpapan tetap aman dan kondusif selama Ramadan,” ujar Yono kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Selain penertiban anak jalanan, operasi tersebut juga akan disertai dengan operasi pasar guna memastikan harga bahan pokok tetap stabil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Ia menegaskan bahwa DPRD dan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman, tanpa gangguan ketertiban maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.
Yono juga mengimbau peran aktif masyarakat hingga tingkat RT, kelurahan, dan kecamatan untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengimbau sampai ke tingkat RT dan kelurahan agar bersama-sama menjaga keamanan. Kita ingin memastikan Balikpapan tetap kondusif dan aman,” katanya.
Lebih lanjut, DPRD Balikpapan juga berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait dalam waktu dekat untuk membahas persoalan tersebut secara lebih komprehensif.
“Kita akan panggil dalam RDP minggu depan bersama instansi terkait, termasuk Satpol PP, untuk membahas penanganan anak jalanan, pengamen, serta persoalan kemacetan yang juga menjadi perhatian masyarakat,” jelasnya.
Melalui langkah tersebut, Yono berharap penanganan anak jalanan, pengamen, serta aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban di ruang publik dapat ditangani secara lebih efektif sehingga Kota Balikpapan tetap tertib selama Ramadan. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






