Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Di tengah pesatnya pertumbuhan Kota Balikpapan, Anggota DPRD Kota Balikpapan, Wahyulloh Bandung, mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada, tetapi juga menciptakan ruang-ruang hijau baru guna mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang ASRI.
Wahyulloh menilai Balikpapan memiliki modal besar untuk menjadi kota masa depan yang ramah lingkungan, meskipun berkembang secara organik dan bukan kota yang direncanakan sejak awal seperti Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, sebagian besar kota di Indonesia tumbuh secara alami mengikuti aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Balikpapan tumbuh sebagai kota industri, berbeda dengan kota lain seperti Samarinda yang berkembang dari sektor perdagangan dan jasa. Karakter pertumbuhan ini membentuk wajah kota hingga sekarang,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan Balikpapan terletak pada luasnya ruang terbuka hijau yang masih terjaga, termasuk kawasan hutan lindung seperti Hutan Lindung Sungai Wain. Keberadaan RTH tersebut dinilai menjadi aset penting yang tidak dimiliki semua kota.
Namun ke depan, Wahyulloh menekankan perlunya upaya menambah dan mengembangkan ruang hijau baru, terutama melalui optimalisasi fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang berasal dari pengembang perumahan.
“Ruang terbuka hijau tidak cukup hanya mengandalkan yang sudah ada. Perlu ada ruang-ruang baru yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya penyerahan fasum dan fasos dari pengembang kepada Pemerintah Kota Balikpapan agar dapat dikelola secara maksimal dan difungsikan sebagai ruang publik yang hijau, nyaman, dan bermanfaat.
“Ketika fasum dan fasos sudah diserahkan ke pemerintah, maka pemerintah bisa melakukan intervensi lebih dalam, termasuk menjadikannya ruang terbuka hijau yang asri,” jelasnya.
Wahyulloh menambahkan, dominasi pembangunan oleh pengembang di Balikpapan justru menjadi peluang besar untuk menata kota agar lebih tertib, hijau, dan berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah dan pihak swasta.
“Dengan kolaborasi yang baik, Balikpapan punya peluang besar menjadi kota yang lebih nyaman dan asri ke depannya,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






