Lintasbalikpapan.com – Pertemuan Persib Bandung dan Borneo FC selalu memiliki tensi yang berbeda. Atmosfer di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat malam, 5 Desember 2025, diperkirakan bakal menggema lebih kuat dari biasanya. Bertanding di hadapan Bobotoh, Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menjaga konsistensi di kompetisi. Sejak awal musim, Maung Bandung tampil seperti tim yang sudah menemukan ritme terbaiknya.
Namun di sisi lain, Borneo FC tidak datang untuk sekadar menghabiskan 90 menit. Kekalahan tipis 0-1 dari Bali United pada pekan sebelumnya menjadi tamparan yang justru meningkatkan motivasi para pemain Pesut Etam. Kekalahan tersebut memang menjadi yang pertama bagi mereka musim ini, dan tentu tidak ingin mereka ulangi dalam waktu dekat. Laga ini pun akhirnya berubah menjadi ajang pembuktian, siapa yang lebih siap menekan tombol reset dan siapa yang bisa mempertahankan stabilitas permainan.
Bojan Hodak: Ketika Konsistensi Persib Bandung Berbicara
Di balik solidnya Persib dalam beberapa musim terakhir, nama Bojan Hodak selalu muncul sebagai figur sentral. Pelatih berkebangsaan Kroasia ini memulai perjalanan kepelatihannya pada 2006 dan sukses mencuri perhatian setelah membawa UPB-MyTeam promosi ke Malaysia Super League. Jejak panjangnya di Asia Tenggara kemudian berlanjut hingga Indonesia, termasuk saat menukangi PSM Makassar pada 2020 dengan catatan apik sebelum liga terhenti akibat pandemi.
Namun periode emas Bojan benar-benar terlihat di Persib. Sejak resmi memegang kendali tim pada Juli 2023, ia memberikan wajah baru bagi Maung Bandung. Stabilitas permainan, pemilihan taktik yang fleksibel, hingga kepercayaan diri yang mengalir ke para pemain membuat Persib menjelma menjadi tim yang sulit dihentikan. Puncaknya adalah gelar juara BRI Liga 1 2023/2024 yang juga menghantarkan Bojan sebagai Pelatih Terbaik musim tersebut.
Kini, di musim baru, tantangan berbeda menanti. Menghadapi Borneo yang sedang berada di puncak klasemen, Bojan dituntut menghadirkan strategi yang bukan hanya solid, tetapi juga adaptif. Laga ini akan menjadi panggung ujian berikutnya bagi kiprah kepelatihannya di Indonesia.
Fabio Lefundes: Kebangkitan Pesut Etam di Tangan Pelatih Berpengalaman
Fabio Lefundes bukan sosok baru dalam dunia kepelatihan. Perjalanannya dimulai pada 1994 di Brasil, kemudian membawanya ke berbagai negara Asia hingga akhirnya tiba di Indonesia. Kiprahnya bersama Madura United dan Persita Tangerang menunjukkan bahwa Fabio adalah tipe pelatih yang mampu membangun karakter tim secara bertahap.
Saat mengambil alih Borneo FC pada Juni 2025, ia membawa semangat baru. Hasilnya terlihat nyata Pesut Etam kini memimpin klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan 33 poin dari 12 pertandingan. Stabilitas ini bukan hanya soal kedalaman skuad, tetapi juga tentang bagaimana Fabio menerjemahkan gaya sepak bola yang dinamis dan disiplin.
Pertemuan dengan Persib bukan hanya pertandingan biasa bagi Fabio. Ini adalah ujian besar untuk menunjukkan bahwa Borneo bukan sekadar tim yang berada di puncak sementara, tetapi benar-benar siap bersaing dalam perebutan gelar. Dengan rekam jejak panjangnya, Fabio tentu tak datang untuk bermain aman. Ia ingin mencuri poin di Bandung, bahkan bila harus menghadapi tekanan dari puluhan ribu Bobotoh.






