Lintasbalikpapan.com – Kemenangan telak Persib Bandung atas Madura United menjadi sinyal bahwa Maung Bandung belum ingin melepas persaingan menuju puncak klasemen BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, skuat asuhan Bojan Hodak tampil tanpa kompromi dan menang 4-1 yang membuat atmosfer kompetisi semakin panas. Hasil ini bukan hanya tiga poin biasa, tetapi pijakan penting untuk mempersempit jarak dengan Persija Jakarta serta membayangi Borneo FC yang kini berada di posisi teratas.
Persaingan Klasemen Semakin Ketat: Persib Bandung Punya Tabungan Laga Penting
Dengan 25 poin dari 11 pertandingan, Persib berada di posisi ketiga dan hanya terpaut empat poin dari Persija yang sudah memainkan 13 laga. Situasi ini memberi keuntungan besar karena Maung Bandung menyimpan dua pertandingan yang belum dijalani. Jika mampu mengamankan poin penuh dalam dua laga tersebut, posisi kedua bukan lagi sekadar harapan.
Salah satu partai yang paling ditunggu tentu adalah duel panas Persib menghadapi Borneo FC pada 5 Desember mendatang. Pertandingan ini bisa menjadi titik balik persaingan di papan atas. Jika Persib menang, jarak dengan Borneo yang kini mengoleksi 33 poin akan terpangkas menjadi hanya lima poin. Sesuatu yang sangat mungkin di kejar mengingat performa kandang Persib yang selalu konsisten musim ini.
Selain itu, jadwal Persib pada bulan Desember juga cenderung bersahabat. Setelah menjamu Borneo FC, Maung Bandung akan bertandang ke Malut United. Lalu kembali bermain di kandang dalam dua laga berikutnya melawan Bhayangkara FC dan PSM Makassar. Empat pertandingan beruntun ini menjadi momentum emas sebelum kompetisi memasuki jeda tahun baru.
Kedalaman Skuad dan Rotasi Menjadi Kunci Konsistensi Persib
Di tengah ketatnya jadwal dan persaingan, Persib justru tampil stabil berkat kedalaman skuad yang di poles dengan baik oleh Bojan Hodak. Rotasi pemain yang di terapkan sang pelatih membuat performa tim tetap terjaga meski beberapa pemain inti sempat absen akibat sanksi kartu merah. Hilangnya nama-nama seperti Beckham Putra, Frans Putros, hingga Luciano Guaycochea tidak membuat permainan Persib melemah. Para pemain pelapis tampil percaya diri dan mampu menutup celah yang di tinggalkan.
Di sisi lain, pesaing terdekat mereka justru menghadapi jalan yang lebih terjal. Borneo FC akan menjalani tiga laga tandang beruntun yang berpotensi menguras stamina dan mental. Sementara Persija memang punya jadwal yang relatif lebih ringan, namun performa mereka masih belum konsisten dari laga ke laga.
Dengan kondisi saat ini, peluang Persib untuk menutup akhir tahun 2025 di puncak klasemen terbuka lebar. Jika mampu sapu bersih empat pertandingan sebelum pergantian tahun, dan pesaing mereka tergelincir. Maung Bandung bisa mengoleksi hingga 37 poin dari 15 laga hasil yang menempatkan mereka di posisi terbaik menuju paruh kedua musim.
Melihat performa, jadwal, dan kedalaman skuad, peluang Persib Bandung untuk menekan Borneo FC serta menyalip Persija Jakarta semakin nyata. Konsistensi menjadi kunci, dan sejauh ini Persib menunjukkan kualitas tersebut. Pertandingan bulan Desember akan menjadi ujian terbesar, sekaligus kesempatan terbaik. Bagi Maung Bandung untuk mengamankan posisi teratas sebelum memasuki tahun 2026.
Dengan performa yang semakin matang, bukan tidak mungkin Persib menutup tahun sebagai pemuncak klasemen sebuah pencapaian yang akan menambah semangat Bobotoh untuk terus mengawal perjuangan tim kebanggaan mereka.






