Lintasbalikpapan.com – Kabar menarik datang dari dunia sepak bola internasional. FIFA resmi menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp6 triliun untuk klub-klub yang pemainnya tampil di Piala Dunia 2026. Kebijakan ini bukan hanya berdampak pada klub-klub besar Eropa, tapi juga membuka peluang bagi klub Asia seperti Persib Bandung.
Salah satu faktor yang membuat Persib berpotensi mendapatkan dana ini adalah keberadaan Frans Putros, pemain yang baru saja membantu Irak lolos ke Piala Dunia 2026. Meski dalam laga penentuan ia tidak bermain, peluangnya masuk skuad utama tetap terbuka lebar.
Dengan pengalaman 25 caps bersama Irak sejak debutnya pada 2018, Putros menjadi salah satu pemain yang cukup dipercaya. Jika ia masuk skuad final, maka Persib otomatis berhak menerima kompensasi dari FIFA.
Program CBP FIFA Naik 70% di Piala Dunia 2026, Apa Dampaknya untuk Klub?
Program yang di kenal dengan FIFA Club Benefits Programme (CBP) ini mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp3,5 triliun di Piala Dunia 2022, kini melonjak hingga 70 persen menjadi Rp6 triliun.
Kebijakan ini lahir dari kerja sama antara FIFA dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) yang di perbarui pada 2023. Tujuannya sederhana: memberikan penghargaan kepada klub yang telah “meminjamkan” pemainnya untuk memperkuat tim nasional.
Yang menarik, program ini tidak hanya berlaku bagi pemain yang tampil di putaran final. Klub tetap bisa mendapatkan bagian meskipun pemainnya hanya berpartisipasi dalam fase kualifikasi. Artinya, peluang klub untuk mendapatkan dana semakin luas.
Bagi klub seperti Persib, ini bisa menjadi sumber pemasukan baru yang signifikan. Apalagi jika pemain yang di panggil memiliki peran penting dan bertahan hingga fase akhir turnamen.
Cara Kerja Pembagian Dana FIFA: Semakin Lama, Semakin Besar
FIFA menggunakan sistem pembagian yang cukup unik dalam mendistribusikan dana CBP. Total dana yang disiapkan akan dibagi berdasarkan jumlah hari keterlibatan seluruh pemain selama turnamen berlangsung. Setiap pemain memiliki nilai kompensasi harian yang sama. Nilai ini kemudian dikalikan dengan jumlah hari pemain tersebut bersama tim nasional, mulai dari dilepas klub hingga pertandingan terakhir negaranya.
Artinya, semakin lama sebuah tim bertahan di Piala Dunia, semakin besar pula keuntungan yang diterima klub asal pemain tersebut. Menariknya, besaran kompensasi tidak di pengaruhi oleh menit bermain atau performa di lapangan.
Selain itu, FIFA juga memberikan penghargaan kepada klub-klub yang pernah menaungi pemain dalam dua tahun sebelum turnamen. Jadi, satu pemain bisa memberikan manfaat finansial bagi lebih dari satu klub. Namun, ada syarat penting: klub harus mendaftarkan diri melalui platform resmi FIFA agar bisa ikut dalam program ini.






