Lintasbalikpapan.com – Cremonese harus menghadapi kenyataan pahit ketika kiper utama mereka, Emil Audero Mulyadi, tidak bisa tampil dalam laga tandang melawan Como di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (27/9/2025) malam WIB. Cedera yang dialami saat pemanasan membuat posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Marco Silvestri, sosok yang sejak awal musim lebih sering berada di bangku cadangan.
Meski kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran, performa Silvestri justru menghadirkan harapan baru bagi tim asuhan Davide Nicola. Cremonese yang tampil di bawah tekanan publik Como berhasil pulang dengan satu poin berharga setelah bermain imbang 1-1.
Performa Menggembirakan dari Kiper Pelapis Cremonese, Marco Silvestri
Silvestri, yang baru pertama kali di turunkan sebagai starter musim ini, tampil cukup solid. Dari total 14 tembakan yang di lepaskan Como, enam mengarah tepat ke gawang. Namun, berkat lima penyelamatan penting yang dilakukannya, Cremonese terhindar dari kekalahan.
Meski kebobolan satu gol di babak pertama, kontribusinya di bawah mistar tidak bisa di pandang remeh. Laman statistik menempatkannya sebagai salah satu pemain terbaik dengan rating 7,4. Angka ini cukup tinggi mengingat ia baru kembali merasakan atmosfer kompetisi setelah sekian lama berada di bangku cadangan.
Menariknya, Silvestri menegaskan bahwa absennya Emil Audero bukanlah sebuah peluang untuk menjatuhkan rekan setimnya. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya persaingan sehat demi kebaikan tim. Menurutnya, hubungan harmonis antarpenjaga gawang menjadi modal penting menjaga stabilitas ruang ganti.
“Saya bekerja setiap hari seakan-akan akan bermain di hari Minggu. Saat giliran saya tiba, saya siap memberikan yang terbaik. Begitu pun ketika giliran Emil, saya mendukung penuh. Kami memiliki hubungan yang baik, dan pelatih sangat membantu menjaga keseimbangan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kedewasaan dan profesionalisme Silvestri. Ia menyadari bahwa posisinya tidak sekadar tentang menit bermain, tetapi juga peran penting dalam menjaga kedalaman skuat.
Situasi Emil Audero
Di sisi lain, kabar mengenai kondisi Emil Audero cukup melegakan. Cedera yang dialami kiper Timnas Indonesia itu di kabarkan tidak serius. Ia bahkan masih masuk daftar pemain cadangan di laga kontra Como, meski akhirnya tidak dimainkan.
Bagi Cremonese, keberadaan Audero tetap sangat vital. Selama empat laga pertama Serie A musim 2025/2026, ia menjadi pilar utama dengan catatan hanya kemasukan empat gol dari total 360 menit bermain. Refleks cepat serta ketepatannya membaca arah bola kerap membuat lawan frustrasi.
Selain itu, Audero di pastikan tetap menjadi bagian penting Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kehadirannya di skuat Merah Putih selama fase sebelumnya memperlihatkan peran tak tergantikan, termasuk saat menghadapi Jepang dan Cina.
Cedera ringan yang di alami Emil Audero mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan, tetapi justru memberi kesempatan bagi Silvestri untuk menunjukkan kualitasnya. Dengan usia 34 tahun, ia membawa pengalaman dan ketenangan yang bisa menjadi aset berharga bagi tim.
Jika Audero segera pulih, Cremonese akan memiliki dua kiper kompetitif yang sama-sama siap tampil. Hal ini jelas menjadi keuntungan dalam perjalanan panjang Serie A, di mana rotasi dan kedalaman skuat sering menjadi penentu konsistensi tim.






