Hetifah Sjaifudian Dorong Percepatan Penyaluran PIP dan Insentif Guru Non ASN di Balikpapan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, bersama Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen RI menggelar Sosialisasi Percepatan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Insentif Guru Non ASN. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Balikpapan, Sabtu (27/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Hetifah menjelaskan besaran dana bantuan PIP yang diberikan pemerintah. Untuk jenjang SD sebesar Rp450 ribu untuk kelas 1 hingga 5. Sedangkan untuk kelas 6 Rp225 ribu. Lalu untuk SMP kelas 7 dan 8 sebesar Rp750 ribu, sedangkan untuk 9 Rp375 ribu dan untuk SMA/SMK sebesar Rp1,8 juta per tahun.

“PIP ini penting untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak kita. Jangan sampai ada yang tertunda pencairannya karena rekening belum teraktivasi. Hari ini, kami bahkan menghadirkan langsung layanan mobil perbankan di SMKN 1 Balikpapan agar aktivasi bisa langsung dilakukan,” ujar Hetifah.

Menurutnya, inovasi ini terinspirasi dari kondisi sekolah-sekolah di daerah pedalaman yang harus menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk mengaktifkan rekening. Ke depan, Hetifah menambahkan, aktivasi PIP juga berpotensi dilakukan melalui aplikasi digital agar semakin mudah diakses.

Tak hanya itu lanjut Hetifah bahwa penyaluran PIP masih berlanjut ke tahap dua. Hal ini untuk mengakomodasi siswa yang baru naik kelas atau berpindah jenjang pendidikan. “Contohnya siswa baru masuk SMP atau SMA, besarannya tentu berbeda dengan jenjang sebelumnya,” jelasnya.

Selain PIP, kegiatan ini juga membahas rencana pemberian insentif bagi guru non-ASN. Besarannya Rp300 ribu per bulan, dengan syarat tertentu yang akan diatur melalui dinas terkait.

“Semua guru yang belum ASN bisa berkesempatan mendapatkan insentif ini. Guru harus diperhatikan, begitu juga anak-anak dari keluarga kurang mampu. Keduanya adalah kunci peningkatan kualitas SDM kita,” kata Hetifah menegaskan.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada motivasi dan profesionalisme mereka dalam mendidik. “Tidak ada prestasi tanpa kesejahteraan. Jika guru sejahtera, anak-anak pun akan lebih mudah meraih cita-citanya,” tutup Hetifah. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *