Lintasbalikpapan.com, SOLO – Senin (8/9/2025), Jurnalis Lintas Balikpapan berkesempatan mengunjungi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, salah satu masjid termegah di Indonesia. Berangkat selepas salat subuh, perjalanan menuju masjid yang terletak di kawasan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, itu disambut dengan pemandangan luar biasa.
Setibanya di tujuan, suasana pagi masih gelap. Namun, bangunan megah nan anggun itu justru tampak mempesona. Cahaya lampu berwarna putih terang menyinari hampir seluruh sudut masjid, berpadu dengan semburat kebiruan yang terpancar dari kubah-kubahnya. Atmosfer tersebut menghadirkan nuansa magis sekaligus damai, seolah menyambut siapa pun yang datang untuk beribadah maupun sekadar berkunjung.
Sejarah Berdiri
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diresmikan pada 14 November 2022 oleh Presiden Joko Widodo bersama Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Pembangunan masjid ini merupakan simbol persahabatan erat antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, sekaligus bentuk penghormatan kepada almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri sekaligus Presiden pertama UEA.

Arsitekturnya mengadaptasi desain Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi. Namun, versi Solo dibangun dengan skala lebih kecil, menampung sekitar 10.000 jamaah. Keberadaannya tak hanya melengkapi deretan rumah ibadah megah di tanah air, tetapi juga memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya dan religi.
Fasilitas Berkelas
Tidak berlebihan jika banyak yang menyebut masjid ini memiliki fasilitas layaknya hotel bintang lima. Interiornya dihiasi marmer putih berkilau, lampu gantung kristal raksasa yang didatangkan dari luar negeri, serta ornamen kaligrafi emas yang memancarkan kemewahan.
Ruang utama salat dilengkapi pendingin ruangan yang sejuk, karpet tebal impor dengan motif elegan, serta tata cahaya yang menambah kekhidmatan. Tersedia pula ruang VIP bagi tamu negara, perpustakaan, pusat kajian Islam, hingga area serbaguna untuk kegiatan sosial keagamaan.

Bagi wisatawan, fasilitas penunjang juga lengkap. Tersedia area parkir luas, pusat informasi, toilet bersih dan modern, hingga jalur khusus difabel yang ramah akses. Semua ini membuat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo bukan hanya menjadi rumah ibadah, melainkan juga destinasi wisata religi berkelas dunia.
Pesona di Balik Cahaya Fajar
Kunjungan di waktu subuh memberi pengalaman spiritual yang mendalam. Ketika cahaya lampu perlahan berpadu dengan sinar matahari pagi, tampak jelas kemegahan arsitektur masjid dengan empat menara tinggi yang menjulang. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an dari pengeras suara melengkapi ketenangan suasana, menguatkan kesan bahwa masjid ini bukan sekadar bangunan, melainkan pusat kehidupan rohani.

Ikon Baru Kota Solo
Sejak diresmikan, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tak henti-hentinya menarik perhatian wisatawan. Ribuan jamaah berdatangan setiap pekan, baik untuk beribadah maupun menikmati keindahan arsitektur dan atmosfer spiritualnya. Kehadirannya kini menjadi kebanggaan masyarakat Solo sekaligus simbol persahabatan lintas bangsa. (Ydi)

