Lintasbalikpapan.com – Pertandingan antara Timnas Vietnam dan Timnas Malaysia pada laga terakhir Kualifikasi Piala Asia 2027 menjadi sorotan besar pecinta sepak bola Asia Tenggara. Meski Vietnam sudah memastikan tiket lolos, mereka tetap tampil serius dan agresif sejak awal pertandingan.
Bermain di Stadion Thien Truong, Vietnam langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya terlihat cepat, ketika Do Duy Manh membuka keunggulan pada menit ke-6 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Truong Tien Anh. Gol cepat ini menjadi sinyal bahwa Vietnam tidak ingin sekadar bermain aman.
Keunggulan 1-0 di babak pertama tidak membuat Vietnam mengendurkan tempo. Sebaliknya, mereka terus menekan dan menjaga dominasi permainan. Mentalitas inilah yang menunjukkan bahwa Vietnam bukan hanya sekadar lolos, tetapi juga ingin mengakhiri fase kualifikasi dengan performa meyakinkan.
Dominasi Timnas Vietnam dan Perlawanan Malaysia
Memasuki babak kedua, Vietnam semakin menunjukkan kualitas mereka. Nguyen Xuan Son alias Rafaelson menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol tambahan di menit ke-51 dan ke-59. Kedua gol tersebut lahir dari kerja sama tim yang solid, termasuk kontribusi umpan matang dari Truong Tien Anh.
Skor berubah menjadi 3-0 dan praktis membuat Malaysia kesulitan untuk bangkit. Namun, tim tamu tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-77, Malaysia berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol penalti yang dicetak oleh Endrick.
Meskipun sempat tertekan setelah kebobolan, Vietnam mampu menjaga ritme permainan hingga peluit akhir. Skor 3-1 bertahan, sekaligus menegaskan dominasi Vietnam dalam pertandingan ini. Laga ini juga memperlihatkan perbedaan pendekatan kedua tim. Vietnam bermain disiplin dan efektif, sementara Malaysia terlihat kesulitan membangun serangan konsisten di tengah tekanan tinggi.
Kontroversi Naturalisasi yang Mengubah Segalanya
Di balik kemenangan Vietnam, terdapat cerita besar yang turut memengaruhi hasil akhir klasemen, yaitu kontroversi pemain naturalisasi Malaysia. Sebelumnya, Malaysia tampil impresif dengan menyapu bersih lima laga awal, termasuk kemenangan telak 3-0 atas Vietnam.
Namun, masalah muncul ketika legalitas tujuh pemain naturalisasi Malaysia dipertanyakan. Kasus ini bahkan berlanjut hingga ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Hasilnya, Malaysia dinyatakan bersalah karena memainkan pemain yang tidak sah.
Dampaknya sangat signifikan. Dua kemenangan penting Malaysia termasuk saat melawan Timnas Vietnam dan Nepal diubah menjadi kekalahan. Perubahan ini langsung menggeser posisi klasemen dan memberikan keuntungan besar bagi Vietnam.
Dari yang sempat berada dalam tekanan, Vietnam justru naik ke puncak klasemen dan memastikan diri lolos ke Piala Asia 2027. Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi semua tim mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pemain.






